PHE Resmi Akuisisi 10% PI Eni di Tiga Wilayah Migas Kaltim

Fandi R. · 3 min baca · 1 jam lalu · 29 dibaca
Bisik.id
PHE Resmi Akuisisi 10% PI Eni di Tiga Wilayah Migas Kaltim

Gambar atau konten salah?

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi membeli hak partisipasi atau Participating Interest (PI) milik perusahaan migas Italia, Eni, di tiga wilayah kerja migas yang berada di Kalimantan Timur. Ketiga wilayah tersebut adalah North Ganal, Rapak, dan East Sepinggan. Dengan transaksi ini, PHE kini memegang 10% PI di WK North Ganal dan Rapak. Sementara itu, kepemilikan PHE di WK East Sepinggan bertambah dari sebelumnya 15% menjadi 25%.

Kesepakatan jual-beli antara kedua perusahaan ini ditandatangani melalui Sales and Purchase Agreement (SPA) pada Oktober 2026. Langkah ini bukan sekadar transaksi bisnis biasa. Bagi Pertamina, ini adalah bagian dari rencana besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Direktur Utama PHE Sunaryanto menjelaskan bahwa akuisisi ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperkuat portofolio hulu migas. Ia menekankan pentingnya berinvestasi pada aset yang memiliki fundamental kuat dan potensi sumber daya yang besar.

"Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi PHE untuk terus memperkuat portofolio hulu migas melalui investasi pada aset yang memiliki fundamental kuat, potensi sumber daya yang besar, serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan negara. Kehadiran Pertamina di wilayah kerja ini juga akan semakin memperkuat sinergi pengembangan migas di Kalimantan Timur," ujar Sunaryanto dalam keterangan tertulis pada Senin, 12 Oktober 2026.

Keuntungan dari akuisisi ini tidak hanya soal tambahan produksi dan cadangan migas. Ada nilai strategis lain yang lebih luas. Infrastruktur gas, LPG, dan LNG yang ada di Kalimantan Timur bisa lebih dioptimalkan pemanfaatannya. Rantai pasok gas domestik juga diharapkan semakin berkelanjutan, termasuk pemanfaatan fasilitas LNG nasional.

Peluang lain yang terbuka adalah partisipasi yang lebih aktif dari Pertamina dalam program pengembangan lapangan dan eksplorasi di kawasan tersebut. Potensi sumber daya yang masih bisa dikembangkan di sana diprediksi akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan produksi PHE dalam jangka menengah dan panjang.

Transaksi ini juga sejalan dengan strategi PHE dalam menjalankan pertumbuhan organik dan anorganik. Pertumbuhan organik dilakukan melalui kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan yang sudah ada. Sedangkan pertumbuhan anorganik ditempuh lewat akuisisi aset migas strategis yang bisa memberi nilai tambah dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Dalam setiap langkah operasional dan investasinya, PHE berkomitmen menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), kehati-hatian dalam berinvestasi, serta aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mencapai target produksi migas nasional dan memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia.

Ke depan, PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang berkelanjutan sesuai prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). Integritas juga menjadi perhatian utama. Penguatan budaya kepatuhan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta upaya pencegahan fraud terus dilakukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika.

Transaksi ini menandai langkah nyata Pertamina dalam memperluas pengaruhnya di sektor hulu migas Indonesia. Dengan bertambahnya porsi kepemilikan di tiga wilayah kerja strategis, perusahaan pelat merah ini semakin kokoh posisinya di Kalimantan Timur. Wilayah tersebut memang dikenal sebagai salah satu lumbung energi nasional dengan potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap.

Kehadiran PHE di wilayah kerja ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam pengelolaan sumber daya migasnya sendiri. Ketika perusahaan nasional memegang kendali lebih besar atas aset-aset strategis, maka manfaat ekonominya pun lebih banyak dinikmati di dalam negeri. Ini sejalan dengan target produksi migas nasional yang ingin dicapai.

Dalam setiap langkah operasional dan investasinya, PHE berkomitmen menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta kehati-hatian dalam berinvestasi. Aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) juga menjadi perhatian utama. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pencapaian target produksi migas nasional dan memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia.

Ke depan, PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang berkelanjutan sesuai prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). Integritas juga menjadi prioritas. PHE memperkuat budaya kepatuhan, menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, serta melakukan upaya pencegahan fraud demi menciptakan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika.

Transaksi ini menunjukkan arah investasi Pertamina yang tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek. Dengan menambah porsi kepemilikan di wilayah kerja yang sudah terbukti potensinya, perusahaan menempatkan diri pada posisi yang lebih kuat untuk jangka panjang. Kalimantan Timur memang menjadi salah satu wilayah kunci produksi migas nasional, dan kehadiran Pertamina yang lebih besar di sana memperkuat posisi negara dalam pengelolaan sumber daya energi.

akuisisiParticipating InterestPertamina Hulu EnergiKalimantan Timurketahanan energihulu migasEni

Komentar

Memuat komentar...