IHSG Menguat 1,04%, Saham Tambang Jadi Motor Utama

Ika P. · 4 min baca · 56 menit lalu · 26 dibaca
Bisik.id
IHSG Menguat 1,04%, Saham Tambang Jadi Motor Utama

Gambar atau konten salah?

Pasar saham Indonesia menutup perdagangan pada Jumat, 09 Oktober 2026 dengan catatan positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 1,04 persen dan berada di level 6.093,76. Beberapa saham menjadi motor penggerak kenaikan ini. Saham BBRI misalnya, tercatat naik 2,31 persen. AMMN juga ikut mendorong indeks dengan kenaikan 4,01 persen, dan TLKM yang bertambah 2,65 persen.

Tapi tidak semua saham berakhir di zona hijau. Sejumlah saham justru mengalami pelemahan. BYAN turun cukup dalam, yaitu 4,07 persen. GEMS terkoreksi hingga 9,97 persen, sementara TINS melemah 2,41 persen.

Dari sisi investor asing, aktivitas mereka menunjukkan net sell sebesar Rp141,50 miliar di pasar reguler. Namun, jika dihitung secara keseluruhan di semua pasar, investor asing justru mencatatkan net buy sebesar Rp29,63 miliar. Artinya, secara total mereka lebih banyak membeli daripada menjual.

Sebagian besar sektor saham juga berakhir positif. Dari total 11 sektor, sebanyak 10 sektor mengalami penguatan. Sektor Basic Industry mencatat kenaikan tertinggi, yaitu 1,67 persen. Di sisi lain, sektor Property menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penurunan terdalam, yakni 0,16 persen.

Sentimen positif juga terlihat di bursa Amerika Serikat. Dow Jones menguat 0,83 persen ke level 51.654. S&P 500 naik 0,59 persen ke 7.811, dan Nasdaq bertambah 0,64 persen ke 27.366. Pergerakan ini terjadi setelah pasar sebelumnya mengalami koreksi yang cukup tajam. ETF EIDO tercatat naik 1,89 persen, sementara indeks MSCI Indonesia meningkat 1,40 persen.

PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi (BIKE) Ekspansi ke Sektor Tambang

BIKE memperluas bisnisnya ke sektor energi dan pertambangan. Langkah ini dilakukan melalui anak usahanya, Prambanan Nusantara Energi (PNE). BIKE resmi mengakuisisi 72 persen saham Berau Usaha Mandiri (BUM).

BUM memiliki area konsesi tambang batu bara sekitar 500 hektare yang berlokasi di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur. Dari sekitar 400 hektare wilayah yang telah dieksplorasi, perusahaan memiliki cadangan terbukti sekitar 22 juta metrik ton.

Manajemen menargetkan produksi batu bara BUM berada di kisaran 1,5 juta hingga 2,5 juta metrik ton per tahun. Akuisisi ini menjadi bagian dari langkah BIKE untuk melakukan transformasi dan diversifikasi kegiatan usaha.

Pengembangan BIKE ke depan diarahkan melalui lima pilar. Pertama, memperkuat bisnis yang sudah berjalan. Kedua, membuka lini usaha baru. Ketiga, mengembangkan bisnis berbasis energi dan teknologi. Keempat, membangun sinergi antarperusahaan dalam kelompok usaha. Kelima, memperkuat struktur pendanaan.

Meski demikian, BIKE menyatakan sejumlah rencana ekspansi lainnya masih dikaji. Evaluasi mencakup kelayakan usaha, skema pendanaan, perizinan, hingga pemenuhan ketentuan regulasi sebelum keputusan realisasi diambil.

PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) Dapat Kontrak Baru

MAHA mendapatkan kontrak baru untuk jasa transportasi batu bara. Kontrak ini berasal dari Ade Putra Tanrajeng, anak usaha Kutai Bara Nusantara. Nilai kontrak diperkirakan mencapai Rp2,20 triliun dan akan berjalan hingga tahun 2030.

Kontrak dengan periode sekitar empat tahun tersebut memiliki nilai rata-rata sekitar Rp550 miliar per tahun. Nilai itu setara dengan sekitar 17 persen dari estimasi pendapatan tahunan MAHA.

Tambahan kontrak tersebut memperluas portofolio pekerjaan dan basis pelanggan MAHA di sektor jasa angkutan batu bara. Namun, realisasi kontribusinya terhadap pendapatan perseroan akan bergantung pada pelaksanaan pekerjaan serta ketentuan operasional dalam kontrak.

Sebelumnya, MAHA juga membukukan pertumbuhan kinerja pada semester I 2026. Pendapatan tercatat Rp1,65 triliun, naik 34,13 persen dibandingkan Rp1,23 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih MAHA turut meningkat menjadi Rp142,13 miliar dari Rp12,90 miliar pada semester I 2025, atau tumbuh 1.002,01 persen secara tahunan.

PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) Lanjutkan Eksplorasi

KKGI melanjutkan kegiatan eksplorasi melalui dua anak usahanya hingga September 2026. Porsi terbesar pengeluaran berada di Insani Baraperkasa (IBP), tepatnya di Sub Blok Handil Bakti. Belanja eksplorasi di area tersebut mencapai sebesar USD 2,92 juta atau sekitar 98,55 persen dari total. Sementara itu, Loa Haur di Blok Utara hanya USD 0,04 juta per September 2026.

Kegiatan di IBP berkaitan dengan basis cadangan dan sumber daya yang dimiliki. IBP tercatat memiliki cadangan 139,26 juta ton dan sumber daya 565,66 juta ton. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan produksi batu bara pada 2025 yang berada di sekitar 3,58 juta ton.

KKGI juga menyiapkan sejumlah kegiatan lanjutan. Di antaranya pemetaan dan pembebasan lahan di Blok Loajanan, serta kajian pengeboran dan penggunaan area melalui skema pinjam pakai di Blok Separi.

Dari sisi fundamental, kinerja semester I 2026 ditopang perbaikan margin. Meski pendapatan nyaris flat -1,23 persen secara tahunan menjadi USD 70,34 juta, laba bersih melonjak +109,61 persen secara tahunan menjadi USD 2,16 juta. Hal ini seiring laba kotor yang naik +28,51 persen secara tahunan, didukung posisi kas yang kuat sebesar USD 44,67 juta.

Rekomendasi Saham

  • PSAB - Buy 525-535 | TP 550-555 | SL 505
  • ARCI - Buy 1305-1315 | TP 1345-1370 | SL 1235
  • EMAS - Buy 7975-8050 | TP 8225-8375 | SL 7600
  • INDY - Buy 2760-2780 | TP 2840-2870 | SL 2630
  • GPRA - Buy 99-101 | TP 104-105 | SL 96

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia pada hari itu menunjukkan penguatan yang cukup merata di berbagai sektor. Beberapa emiten juga mengumumkan langkah ekspansi dan kontrak baru yang cukup signifikan. Namun, perlu dicatat bahwa realisasi dari rencana-rencana tersebut masih tergantung pada berbagai faktor, termasuk pelaksanaan di lapangan dan kondisi pasar ke depan.

IHSGsahamkenaikanekspansibatu barainvestor asingrekomendasi saham

Komentar

Memuat komentar...