Dani L. · 2 min baca · 1 hari lalu · 10 dibaca
Bisik.id

Gambar atau konten salah?

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, menegaskan bahwa pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 menjadi perhatian serius. Ia memutuskan untuk memindahkan pengelolaan SPMB dari Dinas Pendidikan ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Selain itu, Dedi menonaktifkan Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Disdik Jabar, Suhendar, karena dianggap tidak mampu mengawal proses pendaftaran PCMB.

Langkah tegas ini diambil setelah gelombang keluhan masyarakat terus bermunculan. Ribuan calon murid mengalami kendala mulai dari akun yang belum terverifikasi, gagal masuk ke sistem, data yang tidak terbaca, hingga persoalan peserta Sekolah Maung yang harus kembali mengikuti proses pendaftaran reguler.

Dedi turun langsung ke Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk mendengar keluhan orang tua siswa dan meminta penjelasan dari tim yang bertanggung jawab terhadap sistem pendaftaran.

Menurut Dedi, sejak awal Pemprov Jabar sudah memiliki kebijakan bahwa seluruh aplikasi pemerintahan harus dibangun dan dikelola secara terintegrasi oleh Diskominfo. Ia menilai pengembangan aplikasi secara terpisah oleh perangkat daerah menjadi masalah yang harus segera dibenahi.

Karena itu, pengelolaan sistem SPMB kini resmi berada di bawah kendali Diskominfo Jawa Barat. Untuk sementara, Dedi menunjuk Kepala Bidang e‑Government Diskominfo Jabar, Mark Aditya, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala UPTD Tikomdik.

“Ditangani dulu (Diskominfo) sampai ada definitif pejabat baru,” kata Dedi pada Rabu, 10 Juni 2026.

Penggantian pejabat dilakukan bersamaan dengan penonaktifan Suhendar. “Betul. Kepala UPTD Tikomdik untuk sementara dinonaktifkan dulu,” ujarnya.

Saat evaluasi di Kantor Disdik Jabar, Dedi juga sempat mempertanyakan kompetensi pihak yang selama ini mengelola sistem teknologi informasi SPMB. Ia menilai bahwa persoalan yang terjadi seharusnya dapat diantisipasi sejak awal apabila sistem dibangun dan dikelola secara tepat.

“Anda ngerti nggak bidang ini? Anda latar belakangnya apa? Siapa yang merekomendasikan anda di bidang ini?” kata Dedi kepada Suhendar.

Dedi juga meluruskan pemahaman publik terkait PCMB yang belakangan dianggap membingungkan. Menurutnya, PCMB sejatinya bukan, melainkan instrumen pemetaan awal untuk mengetahui sebaran calon peserta didik sebelum proses SPMB resmi dibuka.

“Pemetaan calon murid baru (PCMB) itu tujuannya untuk memetakan seluruh siswa di seluruh sekolah provinsi Jawa Barat di sekolah-sekolah negeri,” ujarnya.

Dengan langkah ini, Dedi berharap proses pendaftaran PCMB dan SPMB dapat berjalan lebih lancar dan terkoordinasi. Ia menegaskan bahwa Diskominfo akan meninjau kembali infrastruktur dan prosedur agar tidak ada lagi kendala teknis yang menghambat calon murid.

Perubahan ini mencerminkan upaya pemerintah provinsi untuk memperkuat tata kelola sistem pendidikan digital. Dedi menegaskan bahwa integrasi aplikasi pemerintahan akan meningkatkan efisiensi dan transparansi bagi semua pihak yang terlibat.

Dedi MulyadiPCMB 2026SPMBDiskominfoTikomdikPendidikan DigitalIntegrasi Aplikasi Pemerintahan

Komentar

Memuat komentar...