Sigit W. · 2 min baca · 1 hari lalu · 10 dibaca
Bisik.id

Gambar atau konten salah?

Pemerintah kota Bandung menyesuaikan harga bahan bakar non‑subsidi pada hari Rabu, 10 Juni 2026. Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 (RON 95) meningkat dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menanggapi kenaikan harga tersebut di Pendopo Kota Bandung. Ia mengatakan, “Ini kan masalah supply and demand. Da demand mah enggak pernah turun, supply turun‑naik, ya kan. Udah gitu, dolar na geh turun‑naik. Jadi dengan naiknya harga BBM ini, artinya memang tingkat supply ini lagi rendah dan harga dolar lagi tinggi.”

Farhan menekankan bahwa situasi ini harus dihadapi bersama. Ia mengajak warga untuk mempersiapkan skema efisiensi. “Apa boleh buat, kita hadapi. Maka saran saya adalah mari bersama‑sama kita lakukan efisiensi operasional,” tambahnya.

Untuk mengurangi dampak kenaikan BBM, Farhan berencana mengusulkan kebijakan bagi pegawai Pemerintah Kota Bandung. Rencananya, pegawai tidak akan menggunakan kendaraan pribadi saat berangkat ke kantor. Jika tetap menggunakan kendaraan pribadi, akan diatur carpool atau berbagi tumpangan. Ia berkata, “Nanti pulang dari Jakarta, saya berpikir mungkin betul‑betul nih kita akan paksa, minimal mah para pegawai Pemkotnya datang ke kantor, tidak dengan kendaraan pribadi gitu. Atau kalaupun kendaraan pribadi, kita bikin carpool gitu ya, nah itu kira‑kira yang mau kita lakukan.”

Farhan menegaskan pentingnya efisiensi operasional agar biaya BBM tidak terlalu tinggi. Ia menyebut, “Karena efisiensi operasional itu menjadi sangat penting, untuk kita memastikan agar biaya yang kita keluarkan untuk BBM juga tidak terlalu tinggi. Sayangnya memang kita kan pemerintah kota ini nggak punya kontrol terhadap harga. Tetapi kita bisa bersama‑sama menjaga, jangan sampai kita menjadi konsumen yang boros.”

Selanjutnya, Farhan sedang mempertimbangkan pemangkasan anggaran belanja operasional. Beberapa item seperti belanja makan dan minum, serta perjalanan dinas, akan ditinjau ulang. Ia menegaskan, “Belanja operasional nanti memang ada beberapa yang di‑cut ya. Seperti mamin, biaya perjalanan dinas, itu, akan mengalami penurunan yang lumayan signifikan.”

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah kota Bandung berharap dapat menstabilkan pengeluaran operasional meski harga BBM terus naik. Keterlibatan masyarakat dan pegawai dalam praktik efisiensi menjadi kunci dalam menghadapi situasi pasokan dan permintaan yang berfluktuasi.

Harga BBM non‑subsidiPertamaxPertamax Green 95Kebijakan carpoolEfisiensi operasionalPengeluaran anggaranKonsumen boros

Komentar

Memuat komentar...