Gambar atau konten salah?
Ruben Amorim baru saja tiba di Milan. Ia resmi menjadi pelatih baru AC Milan. Namun, yang menarik perhatian adalah pernyataannya. Amorim mengaku bahwa menangani Milan adalah tantangan yang lebih besar dibandingkan saat ia melatih Manchester United.
Padahal, pengalaman Amorim di Manchester United berakhir dengan kegagalan. Pelatih asal Portugal itu dipecat pada Januari lalu. Ia hanya bertahan selama satu setengah musim di Old Trafford. Hasilnya pun buruk. Dari total 63 pertandingan, Manchester United hanya menang 24 kali. Rasio kemenangannya hanya 38,1 persen.
Angka itu membuat Amorim menjadi manajer permanen terburuk Manchester United sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013. Ferguson adalah legenda yang membawa United meraih banyak gelar. Setelah kepergiannya, beberapa pelatih sudah datang dan pergi. Tapi Amorim mencatat rekor terendah di antara mereka.
Meski begitu, reputasi Amorim tidak hancur total. Ia masih dipercaya oleh AC Milan. Klub asal Italia itu menunjuknya untuk membawa tim kembali ke empat besar Serie A musim depan. Milan ingin kembali ke Liga Champions. Musim lalu, mereka gagal. Rossoneri finis di peringkat kelima. Akibatnya, Massimiliano Allegri dipecat. Amorim datang menggantikannya.
Amorim sendiri mengaku senang dengan kesempatan ini. "Saya sangat senang bisa berada di sini," katanya seperti dikutip dari Metro. "Sebuah kehormatan menjadi seorang pelatih AC Milan. Jika Anda melihat wawancara lama saya, saya mengatakan bahwa ini adalah sebuah klub yang istimewa buat saya."
Ia juga menyadari bahwa tugasnya tidak mudah. "Ini adalah sebuah tantangan besar. Setelah yang terakhir, saya sempat berjanji kepada diri saya sendiri agar memilih sebuah tantangan yang lebih kecil, tapi di sini lah saya, ini adalah tantangan yang bahkan lebih besar."
Namun, Amorim tetap optimis. "Saya bangga bisa berada di sini, sekarang saya ingin bekerja dengan staf saya dan para pemain saya... Saya sangat senang bisa berada di sini," ujarnya setelah tiba di AC Milan.
Amorim kini harus membangun kembali kepercayaan diri. Ia datang dengan beban kegagalan di Manchester United. Tapi ia juga datang dengan pengalaman. Milan memberinya kesempatan kedua. Tantangannya jelas: membawa Christian Pulisic dan rekan-rekannya kembali ke papan atas. Tidak mudah, tapi Amorim tampak siap.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Belgia Hajar AS 4-1 di Babak 16 Besar Piala Dunia
Spanyol Hentikan Langkah Portugal, Ronaldo Pamit
Messi Buka Gol, Kapan Tepatnya ke Gawang Cape Verde?
Air Mata Ronaldo di Laga Perpisahan Piala Dunia
Merino Pahlawan Lagi, Spanyol ke Perempatfinal Piala Dunia 2026
Keputusan FIFA Picu Amarah Suporter Belgia
Berita Terbaru
Belgia Hajar AS 4-1 di Babak 16 Besar Piala Dunia
Disdikpora Klungkung: Sekolah Dilarang Jual Seragam
Polri Bantah Pemutihan Pajak Kendaraan Gratis
Spanyol Hentikan Langkah Portugal, Ronaldo Pamit
Sultan Muda Target Cetak Pengusaha Muda Digital
Dana BOSP Klungkung 2026 Turun Drastis
Promo Wendy's Rp136 Ribu untuk Piala Dunia 2026
Messi Buka Gol, Kapan Tepatnya ke Gawang Cape Verde?
Air Mata Ronaldo di Laga Perpisahan Piala Dunia