1 Muharram 1448 H Tiba 16 Juni 2026: Rencana Ibadah

Bambang W. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
1 Muharram 1448 H Tiba 16 Juni 2026: Rencana Ibadah

Gambar atau konten salah?

1 Muharram 1448 Hijri akan tiba pada 16 Juni 2026. Malam pergantian tahun baru Islam dimulai sejak matahari terbenam, yaitu pada 15 Juni 2026, karena perhitungan kalender Hijri memulai hari baru setelah senja.

Kalender Hijri berbeda dengan kalender Masehi. Kalender Hijri mengikuti putaran bulan, sehingga satu tahun terdiri dari 354 atau 355 hari, sedangkan kalender Masehi mengikuti putaran matahari, dengan 365 atau 366 hari. Karena perbedaan ini, tanggal penting dalam kalender Islam, termasuk 1 Muharram, bergeser sekitar 10 atau 11 hari lebih awal setiap tahun dalam kalender Masehi.

Prediksi tanggal 1 Muharram 1448 Hijri masih bersifat perkiraan. Kementerian Agama akan menunggu hasil sidang isbat dan pemantauan hilal pada akhir bulan Dzulhijjah 1447 H. Hasilnya akan menentukan kapan bulan Muharram benar‑benar dimulai.

Penanggalan yang selalu berubah ini disebabkan oleh sifat lunar kalender. Setiap bulan baru dimulai ketika bulan sabit hilal terlihat di langit. Karena ini bersifat visual, penentuan tanggal memerlukan konfirmasi setiap tahun, sehingga tidak ada satu tanggal tetap seperti 1 Januari dalam kalender Masehi.

Berikut beberapa amalan yang biasanya dilakukan pada Tahun Baru Islam, berdasarkan informasi dari Baznas, Sekolah Daarut Tauhiid Indonesia, dan Universitas Tazkia:

  1. Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun

Doa akhir tahun dibaca sebelum maghrib pada 29 atau 30 Dzulhijjah. Doa awal tahun dibaca setelah maghrib pada 1 Muharram. Berikut teks doa yang sering dibaca:

Doa Akhir Tahun:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Doa Awal Tahun:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي لِسَانِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَمِنْ فَوْقِي نُورًا وَمِنْ تَحْتِي نُورًا وَمِنْ أَمَامِي نُورًا وَمِنْ خَلْفِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا

Doa-doa ini diucapkan dengan penuh harap agar Allah memberikan cahaya dalam hati, lidah, pendengaran, penglihatan, dan setiap aspek kehidupan.

  1. Menyiapkan Diri untuk Puasa Sunnah

Di bulan Muharram terdapat puasa sunnah yang dapat dilakukan untuk menambah pahala. Pada 9 Muharram umat Muslim dapat melaksanakan puasa Tasu'a. Sehari setelahnya, pada 10 Muharram, ada puasa Asyura yang juga dianjurkan karena memiliki keistimewaan tersendiri.

  1. Meneladani Semangat Hijrah Rasulullah SAW

Mulainya tahun Hijriah berhubungan erat dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perubahan menuju hidup yang lebih baik. Meneladani semangat ini dapat menjadi motivasi bagi umat untuk memperbaiki diri.

  1. Berdzikir

Puasa dan doa di bulan Muharram sering disertai berdzikir. Membaca takbir, tahlil, tasbih, dan istighfar menjadi bagian dari ibadah harian. Berdzikir membantu menjaga kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap aktivitas.

  1. Tadarus Al‑Quran

Amalan lain yang dianjurkan adalah tadarus Al‑Quran. Tadarus berarti membaca Al‑Quran untuk memperdalam pemahaman atau menjaga hafalan. Biasanya dilakukan secara bersama, di mana satu orang membaca dan yang lain mendengarkan.

  1. Bertaubat

Menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk memperbanyak istighfar dan bertaubat. Karena Muharram merupakan salah satu bulan suci, ia menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan hati dari dosa dan kembali ke jalan yang diridhai Allah.

  1. Menyambung Silaturahmi

Silaturahmi adalah kegiatan sederhana namun bernilai tinggi. Pada malam 1 Muharram, umat dapat mempererat hubungan dengan keluarga, kerabat, teman, dan tetangga. Mengirim pesan singkat, menanyakan kabar, atau meminta maaf dapat menjadi langkah awal memperbaiki hubungan yang sempat renggang.

Dengan memahami alasan mengapa tanggal Tahun Baru Islam selalu berubah dan mengikuti amalan‑amalan tersebut, umat dapat mempersiapkan diri secara spiritual. Menyambut 1 Muharram 1448 Hijri bukan sekadar menghitung hari, melainkan memperbaharui niat, memperkuat iman, dan mempererat tali silaturahmi. Kegiatan ini menegaskan bahwa pergantian tahun baru Islam adalah ajakan untuk terus meningkatkan kualitas diri dan hubungan sosial di tengah masyarakat.

1 Muharram 1448 HijriKalender HijriHilalAmalan Tahun Baru IslamPuasa Tasu'aPuasa AsyuraTadarus Al‑QuranSilaturahmi

Komentar

Memuat komentar...