Jalan Subulussalam Raya Diperbarui, Waskita Gunakan Pesawat
Gambar atau konten salah?
Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum, mengajukan permintaan agar ruas jalan di perbatasan Subulussalam, Aceh dan Sumatera Utara direvisi. Jalan tersebut terlalu menanjak sehingga truk dengan muatan berat kesulitan menapainya.
Di Sekolah Rakyat Nagan Raya, Dody menyampaikan: “Yang paling tertinggal ini, dua ini Subulussalam dan Nagan. Jadi masalahnya cuma satu, logistik material. Karena kan jalannya itu nanjak sekali,” ia bilang kepada wartawan pada 14 Juni 2026.
Ia sudah meminta balai jalan untuk merancang ulang jalur tersebut. Dody menilai kondisi sekarang sangat ekstrim. Ia berkata: “Kemarin saya sudah minta teman‑teman balai jalan untuk mendesain ulang bagaimana supaya nggak seperti itu lagi, ya mungkin tahun ini bisa selesai desainnya, mungkin tahun depan mudah‑mudahan kita bisa mulai kerja ya untuk ruas itu ya,”.
Selama meninjau pembangunan Sekolah Rakyat, Dody menjelaskan bahwa proyek masih 65 persen selesai. Kendala utama adalah distribusi material, karena akses transportasi yang sulit.
Material dikirim dari Sumatera Utara melalui Subulussalam, melewati jalan ekstrim. Jarak tempuh dari Subulussalam ke Nagan Raya diperkirakan sekitar 7 jam. Pengangkutan material lewat udara belum memungkinkan.
Ia berharap Waskita Karya, penyedia jasa, dapat menggunakan angkutan udara. Dody menambahkan: “Cuma tadi dari teman‑teman penyedia jasa, Waskita, akan berusaha menggunakan tetap angkutan udara karena itu yang tercepat. Mudah‑mudahan bisa. Kalau ada tambahan alat yang mesti mereka bawa ya mesti dibawa pakai pesawat sekalian,”.
Perbaikan jalan ini penting agar material dapat sampai tepat waktu dan pembangunan sekolah dapat berjalan lancar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
