10 April 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Baik Pekerjaan Api
Gambar atau konten salah?
10 April 2026 – Hari ini dikenal sebagai ala ayuning dewasa dalam kalender Bali, hari yang dianggap baik untuk berbagai aktivitas yang melibatkan api.
Kalender Bali memuat ala ayuning dewasa atau hari baik berdasarkan perhitungan khusus. Hari ini digunakan oleh masyarakat Hindu di Bali untuk menentukan apakah suatu kegiatan adat dan ritual layak dilaksanakan.
Simak ala ayuning dewasa Sukra Paing Sinta, Jumat 10 April 2026 berdasarkan perhitungan kalender Bali sebagaimana informasi yang dikutip dari kalenderbali.org.
- Asu Ajeg Munggah. Baik untuk membuat alat-alat yang menakutkan seperti lelakut. Tidak baik untuk menanam padi, kacang-kacangan. (Alahing dewasa 3)
- Carik Walangati. Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. (Alahing dewasa 3)
- Geni Rawana. Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam. (Alahing dewasa 2)
- Kala Jangkut. Baik untuk membuat pencar, jaring, senjata. (Alahing dewasa 4)
- Salah Wadi. Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mepandes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll.) (Alahing dewasa 3)
- Pararasan: Laku Surya, Pancasuda: Tunggak Semi, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Upadana. (iws/iws)
Hari ini dianggap baik untuk pekerjaan yang menggunakan api, namun tidak cocok untuk menanam padi atau melakukan upacara tertentu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Titik Nol Singaraja: Penataan Harmonis Purusa‑Pradana
20 Petugas Menjaga Kebersihan Taman Candra Bhuana Karangasem
Jamu Resmi Warisan Budaya, Ditetapkan Hukum Kesehatan 2023
Rhododendron Yombuwurii Baru di Sulawesi Tengah: Endemik
Hendropriyono Tolak Tuduhan Terlibat Gerakan Kudeta
ATP Badung Fokus Edukasi, Bukan Pariwisata Target Agrowisata
Berita Terbaru
Pemerintah Indonesia Luncurkan Program Peningkatan Air Minum
Banjir Boalemo 486 Jiwa Terganggu, Polsek & SMK Terdampak
Hari Sushi Internasional: Asalnya Asia Tenggara, Bukan Jepang
Saka Tidak Jadi Starter Inggris, Tuchel Bertindak Cermat
Titik Nol Singaraja: Penataan Harmonis Purusa‑Pradana
Kabar Salah: ODGJ Bandung Tidak Paling Banyak, Data Bogor
Semeru Letus: Awan Panas 4,5 km Tanpa Dampak Warga
