10 Ilmuwan Indonesia Berpengaruh i10, AD Scientific Index 2026
Gambar atau konten salah?
AD Scientific Index 2026 baru saja merilis daftar ilmuwan teratas di dunia berdasarkan metrik i10. Metrik ini menghitung publikasi yang mendapat setidaknya sepuluh sitasi, sehingga menilai konsistensi dan dampak karya ilmiah.
Di antara ribuan peneliti global, Indonesia menampilkan sepuluh nama dengan produktivitas i10 tertinggi. Berikut rincian lengkapnya:
-
Suharyo Sumowidagdo
Total i10: 703
Total i10 5 tahun terakhir: 511
Skor momentum indeks i10: 72,7%
Peringkat dunia: 2.020
Instansi terafiliasi: Badan Riset dan Inovasi Nasional -
Burhan Bungin
Total i10: 559
Total i10 5 tahun terakhir: 451
Skor momentum indeks i10: 80,7%
Peringkat dunia: 3.553
Instansi terafiliasi: Universitas Ciputra -
Sri Hartin Rahayu
Total i10: 497
Total i10 5 tahun terakhir: 414
Skor momentum indeks i10: 83,3%
Peringkat dunia: 4.839
Instansi terafiliasi: Badan Riset dan Inovasi Nasional -
Agus Purwanto
Total i10: 457
Total i10 5 tahun terakhir: 395
Skor momentum indeks i10: 86,4%
Peringkat dunia: 5.934
Instansi terafiliasi: Universitas Pelita Harapan -
Abdul Halim Barkatullah
Total i10: 456
Total i10 5 tahun terakhir: 382
Skor momentum indeks i10: 83,8%
Peringkat dunia: 6.032
Instansi terafiliasi: Universitas Lambung Mangkurat -
Rahardihita Widyatra
Total i10: 429
Total i10 5 tahun terakhir: 239
Skor momentum indeks i10: 55,7%
Peringkat dunia: 6.958
Instansi terafiliasi: Politeknik Elektronika Negeri Surabaya -
Yulyani Werdiningsih
Total i10: 406
Total i10 5 tahun terakhir: 336
Skor momentum indeks i10: 82,8%
Peringkat dunia: 9.515
Instansi terafiliasi: Universitas Sebelas Maret Surakarta -
Pujianto
Total i10: 367
Total i10 5 tahun terakhir: 289
Skor momentum indeks i10: 78,7%
Peringkat dunia: 10.206
Instansi terafiliasi: Universitas Negeri Yogyakarta -
Hana Azzah Nur Arifah
Total i10: 342
Total i10 5 tahun terakhir: 295
Skor momentum indeks i10: 86,3%
Peringkat dunia: 12.223
Instansi terafiliasi: UIN Sunan Gunung Djati Bandung -
Agus Setiawan
Total i10: 341
Total i10 5 tahun terakhir: 285
Skor momentum indeks i10: 83,6%
Peringkat dunia: 12.429
Instansi terafiliasi: Universitas Trilogi
AD Scientific Index didirikan oleh Prof. Dr. Murat Alper dan Assoc. Prof. Dr. Cihan Doger. Organisasi ini fokus pada evaluasi akademik, mengukur kontribusi ilmiah peneliti dan institusi di seluruh dunia.
Sejauh ini, AD Scientific Index menganalisis 2.627.829 ilmuwan yang berafiliasi dengan 24.568 institusi di 221 negara. Cakupannya meliputi 13 bidang ilmiah utama dan 211 sub-disiplin. Data ini memberi gambaran luas tentang kinerja riset internasional dan posisi Indonesia di panggung global.
Melihat daftar ini, terlihat bahwa banyak peneliti Indonesia berafiliasi dengan lembaga riset nasional maupun universitas. Kinerja mereka diukur melalui i10, yang menilai publikasi dengan setidaknya sepuluh sitasi. Metrik ini menyoroti konsistensi dan dampak jangka panjang karya ilmiah.
Secara keseluruhan, AD Scientific Index menegaskan bahwa Indonesia memiliki sejumlah ilmuwan yang aktif dan berpengaruh. Penilaian ini dapat menjadi referensi bagi kebijakan penelitian dan pengembangan sumber daya manusia di bidang akademik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Brevet Pajak AB Online, Bantu Karyawan Muda Kuasai Perpajakan
Rektor ITB Usulkan Mahasiswa Tahu Nilai UTBK Dulu Sebelum Daftar Kampus
4 PTS Indonesia Masuk QS WUR 2027, BINUS Tertinggi
Indonesia Kekurangan Talenta STEM, Ilmu Sosial Tak Ditinggalkan
Tim PENS raih peringkat tiga di kompetisi satelit mini dunia
Jakarta Punya Dua Jalur SPMB Unik, Biaya Pendidikan Ditanggung Penuh
Berita Terbaru
Tokopedia Kembali PHK Massal: 90% Karyawan Dipangkas
Ini Kegiatan MPLS untuk Siswa Baru dari TK hingga SMA
Bus Kelebihan Muatan Terjun ke Jurang, 40 Tewas di Pakistan
Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tradisi Lampung Tuai Perdebatan
Optimisme Timnas Indonesia Menuju Gelar Perdana AFF 2026
Kemenkes: Investigasi dr Icha Selesai, Diserahkan ke Polisi
Lenovo Hadirkan Koleksi Edisi Terbatas Piala Dunia 2026
Brevet Pajak AB Online, Bantu Karyawan Muda Kuasai Perpajakan