4 PTS Indonesia Masuk QS WUR 2027, BINUS Tertinggi
Gambar atau konten salah?
Empat perguruan tinggi swasta (PTS) dari Indonesia berhasil masuk dalam pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) 2027. Secara total, ada 1.504 universitas dari seluruh dunia yang dinilai dalam edisi tahun ini. Dari Indonesia, 16 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan empat PTS tercatat dalam daftar global tersebut.
Peringkat pertama untuk PTS terbaik di Indonesia ditempati oleh BINUS University. Kampus ini berada di peringkat global 901-950. BINUS memiliki 10 kampus yang tersebar di 6 kota. Didirikan pada tahun 1996, universitas ini menawarkan program studi di bidang sains, teknologi, dan humaniora. BINUS juga memiliki jaringan kerja sama internasional dengan lebih dari 170 mitra universitas di lebih dari 40 negara.
Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Telkom University dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Keduanya sama-sama berada di peringkat global 1.201-1.400. Telkom University memulai sejarahnya pada tahun 1990 dengan nama Sekolah Tinggi Teknologi Telkom dan Magister Business Administration Bandung (STT TELKOM-MBA). Kampus ini kemudian bertransformasi hingga resmi menjadi Telkom University pada 2013. Kini, Telkom University tersebar di empat kota dan berfokus pada bidang bisnis, komunikasi, serta teknologi.
Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pertama kali didirikan pada 1981. Angkatan pertama wisuda pada 1988. UMY terus berkembang hingga meraih Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) A. Bidang studi di UMY cukup beragam, mulai dari Fakultas Kedokteran, Teknik, hingga Agama Islam.
PTS tertua yang masuk dalam daftar ini adalah Universitas Trisakti. Berdiri sejak 1965, nama Trisakti diberikan langsung oleh Presiden Ir. Soekarno. Kampus ini berada di peringkat global 1.401+. Trisakti memiliki sembilan fakultas yang semuanya berlokasi di Jakarta.
Pemeringkatan QS World University Rankings 2027 menggunakan sejumlah indikator yang saling terkait. Berikut rincian metodologinya:
- Riset dan Temuan (50%) — Mengukur kualitas, volume riset, dan reputasi kampus di komunitas akademik. Terdiri dari reputasi akademik (30%) dan kutipan per fakultas (20%).
- Employability & Outcomes (20%) — Melihat seberapa baik institusi mempersiapkan lulusan untuk dunia kerja. Terdiri dari reputasi menurut pemberi kerja (15%) dan employment outcomes (5%).
- Learning Experience (10%) — Mencerminkan lingkungan belajar secara keseluruhan tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi. Indikatornya adalah rasio pengajar dengan mahasiswa (10%).
- Global Engagement (15%) — Melihat seberapa jauh kampus memberikan pengalaman budaya yang beragam. Terdiri dari rasio staf pengajar internasional (5%), rasio peneliti (5%), dan rasio mahasiswa (5%).
- Sustainability (5%) — Mengukur komitmen kampus terhadap dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
Dari data ini, terlihat bahwa universitas swasta Indonesia mulai mendapatkan pengakuan di tingkat global, meskipun sebagian besar masih berada di peringkat bawah. BINUS University menjadi satu-satunya PTS yang masuk dalam 1.000 besar dunia, sementara tiga lainnya berada di luar 1.200 besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tim PENS raih peringkat tiga di kompetisi satelit mini dunia
Prabowo siapkan 10 universitas kedokteran, dibantu langsung Imperial College London
Yatim Piatu Raih IPK 3,90, Wisudawan Terbaik Unair
Webinar Educativa Bantu Mahasiswa Kuasai Analisis Mediasi dan Moderasi
Warga Indonesia raih penghargaan Türkiye Alumni Awards 2026
Mantan Menkeu Chatib Basri Jadi Visiting Professor di LSE
Berita Terbaru
4 PTS Indonesia Masuk QS WUR 2027, BINUS Tertinggi
Dolar AS Sentuh Rp 17.967, Rupiah Melemah 15 Poin
188 Kasus Kontrak Pemain, APPI Desak Klub Bayar Tunggakan
Operator Seluler Tunggu Aturan Turunan PP Tunas
Kawanan Monyet Serbu Dua Dusun, Warga Ciamis Waswas
Matchday 2 Piala Dunia 2026 Rampung, 7 Tim Lolos ke 32 Besar
