10 Perusahaan Rencanakan PHK 9.000 Pekerja, Dampak Sumber
Gambar atau konten salah?
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan bahwa ada 10 perusahaan yang mulai merencanakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Meskipun belum terjadi PHK, perusahaan-perusahaan tersebut sudah mengajak pekerja berdiskusi tentang potensi pengurangan tenaga kerja dalam tiga bulan ke depan sebagai respons terhadap perang di Timur Tengah.
"kita kan punya anggota di pabrik, bahwa mereka sudah mulai diajak ngomong lah, belum melakukan PHK baru diajak ngomong, kalau perang tetap berlanjut, maka tiga bulan ke depan ini pasti ada potensi PHK," kata Said Iqbal.
Secara keseluruhan, 10 perusahaan tersebut mempekerjakan hampir 9.000 orang. Mereka tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, serta sebagian di Banten dan Jawa Tengah.
"Ada 10 perusahaan di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, sebagian kecil di Banten dan Jawa Tengah, tapi memang baru laporan. Nah, itu melibatkan hampir, hampir kurang lebih yang 10 perusahaan ini saja ya, kan kita nggak tahu di luar ini. Itu hampir kurang lebih mendekati 9 ribuan orang," tambah ia.
Potensi PHK paling besar terjadi di sektor industri padat karya seperti tekstil dan garmen. Industri ini sangat bergantung pada bahan baku impor seperti kapas dari Australia, Brasil, dan Amerika Serikat, yang kini terancam terganggu pasokannya serta mengalami kenaikan harga. Selain itu, industri otomotif dan elektronik juga terdampak. Kenaikan harga BBM industri yang tidak disubsidi mendorong perusahaan melakukan efisiensi, termasuk mengurangi tenaga kerja, terutama karyawan kontrak. Industri berbasis petrokimia, seperti plastik, juga terkena dampak karena bahan bakunya berbasis impor dan dibayar dalam dolar AS.
"Kan elektronik banyak juga yang bahan dasarnya plastik. Misal contoh frame, frame-nya itu kan molding, molding-nya itu kan dari plastik. Rata-rata kalau bahan bakunya yang ada plastik, kemungkinan potensi efisiensi penekanan labor cost buruk, itu pasti akan ada efisiensi dalam bentuk pengurangan karyawan," tutup Said Iqbal.
Dengan situasi pasokan bahan baku yang tidak stabil dan biaya operasional yang meningkat, perusahaan-perusahaan di sektor industri ini tampak memikirkan langkah-langkah penghematan yang dapat mencakup PHK. Pekerja di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah kini menunggu keputusan akhir dari perusahaan terkait potensi pengurangan tenaga kerja dalam tiga bulan ke depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
