Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto membagikan cerita soal pilihannya menggunakan kendaraan taktis Maung buatan dalam negeri. Keputusan ini diambil meskipun harga mobil tersebut lebih tinggi dibandingkan mobil impor.
Saat masih menjabat Menteri Pertahanan, Prabowo mengaku pernah ditawari kendaraan operasional oleh TNI. Pilihan pertama adalah mobil impor dengan harga murah. Namun saat ia memilih mobil buatan Indonesia, harganya justru lebih mahal.
Menurut Prabowo, harga yang lebih tinggi itu wajar. Alasannya, industri mobil dalam negeri masih tergolong baru. "Waktu itu saya Menhan... Sama TNI saya disodorkan, 'pak, ini jeep bagus, murah buatan asing. Ini buatan Indonesia, tapi mahal pak'. Ya karena kita baru mulai," kata Prabowo dalam acara Panen Raya Serentak di seluruh Indonesia bersama TNI, yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat, 17 Juli 2026.
Ia menegaskan, bila pemerintah terus memilih produk impor yang lebih murah, industri otomotif nasional tidak akan pernah maju. Prabowo menyebut mobil Maung buatan anak bangsa kini sudah digunakan oleh para perwira TNI.
"Ya kalau saya pilih yang murah ini kapan Indonesia punya jeep sendiri. Ya sudah, saya pilih yang agak mahal tapi buatan anak-anak Indonesia sendiri, yaitu Maung. Itu yang sekarang dipakai perwira-perwira kita," ujar Prabowo.
Presiden juga mengatakan dukungan terhadap industri kendaraan nasional terus diperluas. Salah satu contohnya adalah penggunaan motor listrik buatan Pindad untuk Babinsa. "Babinsa sudah mulai kan, dapat motor-motor listrik," tutup Prabowo.
Kisah ini menunjukkan bagaimana pemerintah memilih mendorong produksi dalam negeri meskipun harus mengeluarkan biaya lebih besar di awal. Langkah ini diambil agar industri otomotif lokal bisa tumbuh dan bersaing dalam jangka panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
