11 Keluarga Mengungsi Akibat Kebakaran Pabrik Mainan di Medan
Gambar atau konten salah?
Sebelas keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah kebakaran besar melanda pabrik mainan berbahan plastik di Jalan Ladang, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Kejadian ini berlangsung pada malam hari dan membuat warga di sekitar lokasi panik.
Camat Medan Johor, Bachtiar Nasution, menyampaikan pada Minggu, 21 Juni 2026 dini hari bahwa area yang paling terdampak adalah bagian belakang pabrik. "Kawasan yang terdampak kebakaran kurang lebih 11 kepala keluarga (KK) yang berada di bagian belakang pabrik," ucapnya. Warga-warga ini kini mengungsi sambil membawa barang-barang berharga mereka ke tempat yang dinilai lebih aman dari jangkauan api.
Proses evakuasi dilakukan oleh warga sendiri. "Warga melakukan evakuasi agar tidak terdampak akibat kebakaran ini," kata Bachtiar Nasution. Mereka bergerak cepat untuk menyelamatkan diri dan harta benda sebelum api semakin meluas.
Hingga tengah malam, petugas pemadam kebakaran masih terus berusaha keras mengendalikan api. Lokasi kebakaran ternyata sangat sulit dijangkau. Selain itu, banyak material di dalam pabrik yang justru membuat api cepat menyebar. "Petugas pemadam masih terus berjibaku melakukan pemadaman api," ucap Bachtiar Nasution.
Bachtiar juga meminta warga sekitar untuk tidak mendekati area kebakaran. Alasannya, untuk menghindari risiko yang tidak perlu dan juga memberi ruang bagi petugas yang sedang bekerja. "Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area kebakaran guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya.
Kebakaran ini pertama kali diketahui pada Sabtu, 20 Juni 2026, sekitar pukul 20.35 WIB. Seorang warga yang berada di dekat lokasi berteriak memberitahu bahwa ada api. "Tadi awalnya warga sekitar yang berteriak ada kebakaran. Setelah dicek, ternyata pabrik plastik yang terbakar," kata Sarah Rangkuti, salah seorang saksi, pada Sabtu malam.
Begitu tahu ada kebakaran, warga dan penjaga pabrik berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya. Mereka melakukannya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Sayangnya, api sudah terlalu besar. Usaha mereka tidak membuahkan hasil. "Apinya besar sekali, tidak bisa diredam. Uap panasnya menyulitkan warga untuk memadamkan api," ujar Sarah Rangkuti.
Setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, mereka langsung bergerak menyemprotkan air ke beberapa titik api. Proses pemadaman masih berlangsung hingga dini hari.
Kebakaran di pabrik plastik dan mainan ini menjadi peringatan akan bahaya material mudah terbakar di kawasan padat penduduk. Lokasi yang sulit dijangkau membuat upaya pemadaman berlangsung lebih lama dari biasanya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kebakaran Pabrik Mainan di Medan, Listrik Dipadamkan
Kebakaran Pabrik Mainan di Medan, Warga Ramai Live Streaming
Pabrik Plastik dan Mainan di Medan Johor Terbakar Hebat
Kebakaran Hebat di Belawan, Puluhan Perkapalan Nelayan Terbakar
Delegasi UNDP dan Swiss Tinjau Program Hijau Siak
Juru Parkir Gagalkan Curian Rp 3,6 M, Dapat Hadiah Umrah
Berita Terbaru
11 Keluarga Mengungsi Akibat Kebakaran Pabrik Mainan di Medan
Cuaca Bandung Minggu: Sejuk, Awan, Kelembapan Tinggi
Surabaya Cerah Tapi Gerah, Suhu Capai 32 Derajat
Kalender Bali Hari Ini: Hindari Nikah dan Ngaben
Kebakaran Pabrik Mainan di Medan, Listrik Dipadamkan
Kartu Merah Aneh: Pemain Paraguay Dihukum karena Tutup Mulut Saat Bicara
Kebakaran Pabrik Mainan di Medan, Warga Ramai Live Streaming
Nadiv Asadel, Anak Hiperaktif, Kini Berlaga di Panggung Catur Dunia
Turki Gagal di Piala Dunia 2026 Usai Dua Kekalahan
