MPLS 2026 Fokus pada 7 Kebiasaan & Keadaban Digital

Bambang W. · 6 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
MPLS 2026 Fokus pada 7 Kebiasaan & Keadaban Digital

Gambar atau konten salah?

Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah 2026 untuk jenjang SMA dan SMK akan segera dimulai. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah awal bagi murid baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal budaya belajar, serta membangun karakter dan kebiasaan positif. Selama lima hari pelaksanaan, murid akan mengikuti berbagai materi utama dan pilihan, seperti pengenalan budaya sekolah, literasi digital, penguatan karakter, kesehatan, hingga pengembangan potensi diri. Seluruh kegiatan telah dijadwalkan berdasarkan alokasi waktu sesuai panduan resmi.

MPLS 2026 terdiri dari materi utama dan pilihan. Materi-materi ini mencakup pengenalan lingkungan sekolah, pembiasaan hidup sehat, etika bermedia sosial, hingga penguatan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian.

Materi Utama

Selama MPLS Ramah, murid baru akan memperoleh sejumlah materi utama. Tujuannya membantu mereka mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta membiasakan perilaku positif sejak awal tahun ajaran. Materi-materi ini menjadi bekal dasar agar peserta didik dapat beradaptasi dengan baik dan mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Berikut sejumlah Materi Utama MPLS 2026 untuk SMA yang perlu diketahui.

1. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH)

Murid perlu mengamalkan tujuh kebiasaan harian yang akan menjadi disiplin diri. Kebiasaan tersebut adalah:

  • Bangun pagi: melatih kedisiplinan dan kesiapan memulai hari.
  • Beribadah: bentuk nyata pemenuhan kebutuhan spiritual.
  • Berolahraga: menjaga kebugaran sebagai modal dasar aktivitas belajar.
  • Makan sehat dan bergizi: memastikan asupan nutrisi untuk pertumbuhan otak dan fisik.
  • Gemar belajar: menumbuhkan rasa ingin tahu yang berkelanjutan.
  • Bermasyarakat: aktif bersosialisasi dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
  • Tidur cepat: menjamin waktu istirahat yang cukup untuk pemulihan energi.

2. Pagi Ceria

Pagi Ceria merupakan program yang dirancang sebagai kegiatan pembuka sebelum memulai pembelajaran di sekolah. Program ini meliputi kegiatan senam pagi (Senam Anak Indonesia Hebat). Kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berdoa bersama. Program ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang positif dan merupakan bagian dari Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

3. Sopan dan Santun Bermedia Sosial

Sopan dan santun bermedia sosial adalah sikap, perilaku, dan kebiasaan menggunakan media sosial secara beradab, bertanggung jawab, empatik, aman, dan bermanfaat. Tujuannya menuju keadaban dan keamanan digital.

Sopan bermedia sosial berarti menggunakan bahasa, gambar, komentar, dan unggahan sesuai dengan norma kepatutan. Orang yang sopan tidak menghina, tidak merendahkan, tidak menyebarkan kebencian, tidak mempermalukan orang lain, dan tidak menggunakan media sosial untuk menyerang pribadi.

Sementara itu, santun bermedia sosial berarti menggunakan hati, empati, dan kebijaksanaan sebelum berkomunikasi. Keadaban dan keamanan digital yang aman dan nyaman mencakup penerapan dan pembiasaan adab serta etika dalam berinteraksi di ruang digital. Termasuk juga penguatan literasi digital bagi warga sekolah untuk menangkal informasi bohong, konten negatif, serta ancaman kekerasan dan kejahatan siber, dan perlindungan data pribadi warga sekolah dalam proses pembelajaran.

4. Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun

Budaya 5S merupakan bagian penting dari identitas budaya untuk memperkuat hubungan antarindividu dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang harmonis. Dengan menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, kualitas interaksi sosial di lingkungan menjadi lebih nyaman.

Senyum: tindakan sederhana yang dapat memberikan dampak besar. Senyum mampu meredakan ketegangan, menciptakan kenyamanan, dan menunjukkan rasa welas asih.

Sapa: mengucapkan sapaan seperti "halo" atau "selamat pagi" dapat membuat orang lain merasa dihargai.

Salam: mengucapkan salam merupakan bentuk sopan santun yang perlu dibiasakan. Mengawali atau mengakhiri percakapan dengan salam menjadi tanda penghormatan kepada orang lain serta mencerminkan sikap terbuka dan ramah.

Sopan Santun: menjadi kunci dalam menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Sopan santun tidak hanya terlihat dari tindakan, tetapi juga tercermin dalam sikap dan setiap ucapan.

5. Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)

Gerakan Indonesia ASRI bertujuan memperkuat budaya sekolah agar menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, sehat, dan tertata. Penerapannya dilakukan melalui empat aspek utama yang saling mendukung dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi seluruh warga sekolah.

a. Aspek Aman

Aspek ini dilakukan melalui penerapan budaya sekolah yang melindungi seluruh warga sekolah. Mencakup pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital.

b. Aspek Sehat

Aspek sehat diwujudkan melalui pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah. Pembiasaan ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang sehat, sekaligus mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. Kegiatannya sebagai berikut:

  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi di lingkungan sekolah.
  • Menggunakan jamban yang bersih dan sehat.
  • Melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur.
  • Mencegah dan mengendalikan penyakit, termasuk pemberantasan jentik nyamuk.
  • Menerapkan kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah.
  • Melakukan pemantauan kesehatan secara berkala, seperti penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan.

c. Aspek Resik

Aspek resik diwujudkan melalui pengelolaan kebersihan dan sampah secara tertib, konsisten, dan berkelanjutan. Pembiasaan ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah. Kegiatannya antara lain:

  • Kegiatan piket kelas.
  • Kerja bakti secara berkala.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Menyediakan dan memanfaatkan tempat sampah terpilah.
  • Menerapkan prinsip reduce, reuse, recycle (3R).

d. Aspek Indah

Aspek Indah diterapkan melalui penataan lingkungan sekolah yang rapi, nyaman, dan asri dengan melibatkan seluruh warga sekolah. Upaya ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keindahan dan kelestarian lingkungan sekolah. Caranya sebagai berikut:

  • Melestarikan lingkungan sekolah dengan menata taman, pepohonan, dan ruang terbuka hijau.
  • Menata ruang kelas, halaman, dan fasilitas umum sekolah.
  • Membiasakan budaya antre, tertib, dan menjaga fasilitas sekolah.
  • Memberikan edukasi mengenai estetika, keindahan, kebersihan, dan keberlanjutan.

6. Gerakan Rukun Sama Teman

Gerakan Rukun Sama Teman (GRST) merupakan gerakan pembiasaan positif yang mendorong murid membangun hubungan yang sehat, saling menghargai, dan peduli terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Melalui praktik sederhana yang dilakukan secara konsisten, GRST menumbuhkan nilai empati, kepedulian, gotong royong, dan komunikasi positif. Ini menjadi fondasi terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menggembirakan. Tujuan GRST adalah mengembangkan kemampuan murid dalam:

  • Memberikan dukungan psikologis awal kepada teman sebaya.
  • Menumbuhkan keterampilan komunikasi yang efektif dan positif.
  • Meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan mental melalui refleksi diri, pengelolaan emosi, saling mendukung, serta menciptakan lingkungan pertemanan yang aman dan nyaman.
  • Menanamkan nilai keadilan, kesetaraan gender, dan inklusivitas sehingga murid terbiasa menghormati keberagaman dan menolak diskriminasi.
  • Membangun budaya pertemanan yang rukun, aman, dan saling menghargai sebagai upaya mencegah perundungan, diskriminasi, dan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.

Materi Pilihan

Materi ini bertujuan memperkuat nilai-nilai yang menjadi ciri khas sekolah. Sekaligus membekali murid dengan pengetahuan tambahan yang relevan untuk mendukung pembentukan karakter dan kehidupan sehari-hari. Materi Pilihan MPLS 2026 di antaranya sebagai berikut:

  • Ciri khas sekolah, yaitu materi yang berkaitan dengan nilai, tradisi, dan keunggulan sekolah.
  • Materi lain sesuai kebutuhan sekolah, seperti edukasi mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), antikorupsi, dan materi lain yang relevan.

Jadwal Materi MPLS SMA 2026

Berikut adalah jadwal urutan kegiatan MPLS Ramah 2026 untuk SMA dan SMK berdasarkan durasi menit secara kronologis dari hari pertama hingga kelima, sesuai dengan rujukan resmi:

Hari Pertama

  • Salam Sapa Murid Baru: Sebelum jam pembelajaran dimulai
  • Upacara Bendera sesuai dengan SEB No. 9/2026: 30 Menit
  • Pengenalan Diri: 15 Menit
  • Wawasan Wiyata Mandala: 40 Menit
  • Aku dan Sekolahku: 50 Menit
  • Aku dan Sekitarku: 45 Menit
  • Aku Anak Indonesia Hebat, Karakter Kuat: 75 Menit
  • Keadaban dan Keamanan Digital: 35 Menit
  • Refleksi, Doa, dan Penutup: 10 Menit

Hari Kedua

  • Salam Sapa Murid Baru: Sebelum jam pembelajaran dimulai
  • Pertemuan Pagi Ceria, Cek Denyut Jantung, dan Tes Fleksibilitas: 90 Menit
  • Eksplorasi Diri (Menggali Potensi yang Ada): 25 Menit
  • Ruang Perjumpaan Murid Baru: 90 Menit
  • Sahabat Hebat (Dengar, Peduli, Hargai): 85 Menit
  • Refleksi, Doa, dan Penutup: 10 Menit

Hari Ketiga

  • Salam Sapa Murid Baru: Sebelum jam pembelajaran dimulai
  • Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional, Asesmen Literasi, Asesmen Numerasi, serta Identifikasi Bakat dan Minat: 115 Menit
  • Membangun Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah: 40 Menit
  • Literasi Digital: 45 Menit
  • Dampak Negatif Kecanduan Gim Daring (Online Game): 35 Menit
  • Pengenalan Ekstrakurikuler: 55 Menit
  • Refleksi, Doa, dan Penutupan: 10 Menit

Hari Keempat

  • Salam Sapa Murid Baru: Sebelum jam pembelajaran dimulai
  • Pengenalan Delapan Dimensi Profil Lulusan (Khusus SMK: Profil BMW): 30 Menit
  • Pengenalan Kurikulum melalui Penumbuhan Motivasi, Semangat, dan Cara Belajar yang Efektif: 110 Menit
  • Materi Pilihan (Bahaya NAPZA atau Fenomena Sosial Perilaku Remaja): 45 Menit
  • Gerakan Indonesia ASRI (Aku, Kamu, dan Lingkungan Kita Bersama): 105 Menit
  • Refleksi, Doa, dan Penutup: 10 Menit

Hari Kelima

  • Salam Sapa Murid Baru: Sebelum jam pembelajaran dimulai
  • Pertemuan Pagi Ceria: 30 Menit
  • Materi Pilihan (Budaya Sekolah atau Budaya K3/5R/5S untuk SMK): 30 Menit
  • Unjuk Karya: 230 Menit
  • Refleksi, Doa, dan Penutup: 10 Menit

MPLS Ramah 2026 ini menekankan pada pembentukan karakter dan kebiasaan positif sejak hari pertama. Materi seperti G7KAIH dan GRST dirancang untuk membangun disiplin dan empati, sementara Gerakan ASRI memastikan lingkungan sekolah yang sehat dan tertata. Jadwal yang terstruktur dari hari pertama hingga kelima menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya fokus pada pengenalan akademik, tetapi juga pada kesejahteraan sosial-emosional dan keamanan digital murid.

MPLS 2026SMASMKKarakter PositifBudaya SekolahLiterasi DigitalGerakan ASRI

Komentar

Memuat komentar...