Warga Lampung Timur Tutup Jalan Berlubang Pakai Cangkang Kerang

Dani L. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Warga Lampung Timur Tutup Jalan Berlubang Pakai Cangkang Kerang

Gambar atau konten salah?

Di Lampung Timur, warga Desa Srigading, Kecamatan Sribawono, punya cara tersendiri untuk mengatasi jalan rusak. Mereka memanfaatkan cangkang kerang. Limbah itu digunakan untuk menutup lubang-lubang di jalan. Ini solusi sementara, sambil menunggu perbaikan dari pemerintah.

Aksi gotong royong ini jadi perbincangan setelah videonya tersebar di media sosial. Dalam rekaman, warga terlihat menurunkan muatan cangkang kerang dari truk. Mereka lalu menyebarkannya ke badan jalan. Jalan itu masih berupa onderlagh—lapisan dasar yang belum diaspal—dan dipenuhi batu tajam.

Lia Esyantri, salah satu warga, menjelaskan alasan di balik pilihan ini. "Jalan di sini masih onderlagh. Batu-batunya tajam, kalau dilewati motor sering bikin ban bocor. Kalau ditutup pakai kulit kerang lebih aman. Lama-lama kulit kerangnya hancur dan permukaannya jadi lebih halus," katanya pada Selasa, 07 Juli 2026.

Menurut Lia, kegiatan ini sudah berlangsung sekitar satu bulan. Ada 12 dusun yang ikut memanfaatkan limbah kerang untuk menutup ruas jalan berlubang. "Sudah sekitar sebulan ini dikerjakan. Ada sekitar 12 dusun yang jalannya dilapisi kulit kerang karena memang banyak yang masih berlubang," ujarnya.

Cangkang kerang didapatkan secara gratis. Sumbernya dari warga yang bekerja sebagai buruh pengupas kerang. Limbah yang tadinya tidak terpakai ini jadi material penutup jalan. Warga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli bahan. "Kulit kerangnya dapat gratis dari warga yang bekerja mengupas kerang. Jadi memang dimanfaatkan untuk menutup jalan," ungkap Lia.

Perbaikan dilakukan secara swadaya. Warga bergotong royong, bergantian menutup jalan rusak. Mereka berharap pemerintah segera mengaspal jalan-jalan tersebut. "Kami gotong royong bergantian. Sambil menunggu pemerintah mengaspal, karena memang ada beberapa jalan yang sudah diaspal, mungkin dilakukan secara bertahap," kata Lia.

Yani, warga lainnya, merasakan manfaatnya. Jalan yang ditutup cangkang kerang kini lebih nyaman dilalui. Lapisan cangkang kerang mengurangi permukaan jalan yang tadinya penuh batu tajam. "Pokoknya setiap gang yang jalannya banyak lubang ditutupi pakai kulit kerang. Lumayan bagus, jadi lebih halus daripada batu-batu tajam," ujar Yani.

Inisiatif warga ini menunjukkan bagaimana limbah lokal bisa menjadi solusi darurat. Mereka tidak menunggu, tapi bertindak sendiri. Cangkang kerang, yang biasanya dibuang, kini berfungsi sebagai peredam lubang dan batu tajam. Sampai aspal datang, kerang-kerang itu yang menjaga jalan tetap bisa dilewati.

jalan rusakcangkang keranggotong royongLampung Timursolusi sementaraonderdlaghlimbah kerang

Komentar

Memuat komentar...