5 Doa Pembuka Rezeki yang Diajarkan Rasulullah

Rizki W. · 5 min baca · 1 hari lalu · 13 dibaca
Bisik.id
5 Doa Pembuka Rezeki yang Diajarkan Rasulullah

Gambar atau konten salah?

Dalam pandangan Islam, rezeki memiliki makna yang lebih luas dari sekadar uang atau harta benda. Ketenangan hati, kesehatan, dan keluarga yang harmonis juga termasuk rezeki. Karena itulah, setiap Muslim dianjurkan untuk menjemput rezeki dengan cara yang halal, menjaga kejujuran, dan memperbanyak doa. Tujuannya agar setiap penghasilan yang diperoleh membawa manfaat, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga.

Di tengah godaan mencari keuntungan cepat dan instan, Islam menawarkan jalan yang lebih menenteramkan. Jalan itu adalah bekerja sungguh-sungguh, memperkuat ketakwaan, dan memohon kepada Allah SWT melalui doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Rezeki, menurut ajaran Islam, adalah karunia Ilahi. Bentuknya bisa materi, bisa juga non-materi seperti ketenangan batin.

Setiap orang telah ditetapkan rezekinya sejak masih dalam kandungan hingga akhir hayat. Jatah rezeki seseorang tidak akan tertukar atau diambil orang lain. Sifat rezeki adalah mendatangi siapa pun yang dikehendaki oleh Allah SWT. Allah SWT adalah Ar-Razzaq, Zat Yang Maha Pemberi Rezeki. Tidak ada satu pun makhluk di bumi yang luput dari jaminan rezeki-Nya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Hud ayat 6, yang artinya: "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)."

Berikut adalah kumpulan doa yang bisa diamalkan untuk memohon rezeki yang halal dan berlimpah, dirangkum dari buku Kumpulan Doa Pembuka Rezeki karya Ust. Fayumi Al-Maliki:

1. Doa Mohon Dijauhkan dari Harta Haram

Doa ini memohon kepada Allah agar dicukupkan dengan rezeki halal sehingga terhindar dari yang haram, dan dicukupkan dengan anugerah-Nya sehingga tidak bergantung pada selain-Nya.

Latin: Allâhumma-kfinî biḫalâlika 'an ḫarâmika wa aghninî bi fadl-lika 'am man siwâka

Artinya: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal sehingga terhindar dari yang haram. Cukupkanlah aku dengan anugerah-Mu sehingga terhindar dari (bergantung pada) selain-Mu."

2. Doa Mohon Dimudahkan Mendapat Rezeki

Doa ini panjang dan komprehensif. Isinya memohon kemudahan dalam perjalanan, pemenuhan kebutuhan, keselamatan dari penyakit, dan agar dunia tidak menjadi perhatian terbesar.

Latin: Allâhumma innaka ta'lamu mâ naḫnu fîhi wa mâ nathlubuhu wa nartajîhi min raḫmatika fî amrinâ kullihi fayassir lanâ mâ naḫnu fîhi min safarinâ wa mâ nathlubuhu min ḫawâijinâ wa qarrib 'alainâ al-masâfâti wa sallimnâ minal 'ilali wal âfâti wa lâ taj'alid dunyâ akbara hamminâ wa lâ mablagha 'ilminâ wa lâ tusallith 'alainâ man lâ yarḫamunâ bi raḫmatika yâ arḫamar râḫimîn(a), washallallâhu 'alâ sayyidinâ muḫammadin wa âlihi wa shaḫbihi wa sallam(a)

Artinya: "Ya Allah, sungguh Engkau mengetahui keadaan yang sedang kami hadapi, dan mengetahui apa yang kami cari dan harapkan dari rahmat-Mu dalam semua urusan kami. Karena itu, permudahkanlah perjalanan kami dan pemenuhan keperluan-keperluan kami. Dekatkanlah jarak perjalanan kami, selamatkanlah kami dari segala penyakit dan kerusakan. Janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai perhatian terbesar kami dan puncak pengetahuan kami. Janganlah Engkau kuasakan atas kami orang yang tidak menyayangi kami dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih sebaik-baik yang mengasihani! Semoga Allah SWT mencurahkan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, keluarganya, dan sahabat-sahabatnya."

3. Doa Pagi dan Sore Memohon Rezeki

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW memiliki kebiasaan membaca doa ini di pagi dan sore hari. Doa ini adalah pengakuan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah.

Latin: Allāhumma bika ashbahnā, wa bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru.

Artinya: "Ya Allah, dengan-Mu aku berpagi hari, dengan-Mu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati. Hanya kepada-Mu (kami) kembali." (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lainnya)

4. Doa Mohon Rezeki Halal dan Berkah

Doa ini memohon rezeki yang halal, luas, dan penuh keberkahan. Juga memohon keselamatan dari hutang dan kefakiran.

Latin: Allahumma shalli 'alaa sayyidina muhammad 'abdika wa rasulika nabiyyir rahmati wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallama 'adada maa ahaatha bihii 'ilmuka wa jaraa bihii qalamuka wanafadza bihi hukmuka. Allahumma yaa man biyadihii khazaa'inus samaawaati wal ardhi, wa man yaquulu lisyai'in kun fayakuun, as 'aluka antushalliya 'alaa sayyidina muhammadin wa 'alaa aali sayyidinaa muhammadin wa an tu'aafiyanii minad daini wa tughninii minal faqri wa an tarzuqanii rizwan halaalan waasi'an mubaarakan fiihii wa an taqdhiya jamii'a haajatii wa shallallahu 'alaa sayyidina muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihi wasallam.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, seorang hamba dan juga Rasul-Mu, Nabi pembawa rahmat, dan kepada semua keluarga serta sahabatnya. Limpahkanlah salam kesejahteraan sebanyak bilangan sesuatu yang berada di bawah pengetahuan-Mu dan sejalan dengan perjalanan pena-Mu dan sesampainya hukum-Mu karenanya. Ya Allah, wahai Dzat yang Maha menguasai rahasia-rahasia langit dan bumi, wahai Dzat yang Maha menghendaki berkata kepada sesuatu dengan kun fayakun (jadi maka jadilah), aku memohon agar hendaknya Engkau melimpahkan rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, dan kepada semua keluarganya dan hendaknya Engkau menyelamatkan diriku dari hutang. Hendaklah Engkau memberi kecukupan kepadaku dari kefakiran, dan melimpahkan rezeki kepadaku dengan rezeki yang halal lagi luas, mengandung keberkahan di dalamnya. Hendaklah Engkau meluluskan semua hajat keperluanku dan semoga Engkau senantiasa melimpahkan rahmat dan salam kesejahteraan-Mu kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW dan semua keluarga serta para sahabatnya."

5. Doa Mohon Rezeki yang Baik

Doa ini menggunakan banyak Asmaul Husna untuk memohon rezeki yang cukup dan membuat tidak bergantung pada pemberian orang lain.

Latin: Allaahumma yaa ahadu ya waahidu ya maujuudu yaa jawwaadu yaa baasithu yaa kariimu ya wahhaabu yaa dzath thauli yaa ghaniyyu yaa mughnii yaa fattaahu yaa razzaaqu yaa 'aliimu yaa hayyu yaa qayyuumu yaa rahmaanu yaa rahiimu yaa badii'us samaawati wal ardhi yaa dzal jalaali wal ikraam yaa hannaanu yaa mannaanu infahnii minka binafhati khairin tughninii 'amman siwaaka.

Artinya: "Ya Allah, wahai Dzat yang Maha Esa tiada terbagi-bagi, wahai Dzat yang Maha Esa tiada bersekutu, wahai Dzat yang Maujud, wahai Dzat yang Maha Pemurah, wahai Dzat yang Maha Pembagi, wahai Dzat yang Maha Mulia, wahai Dzat yang Maha Pemberi, wahai Dzat yang Memiliki Anugrah, wahai Dzat yang Maha Kaya, wahai Dzat yang Maha Pemberi wahai Dzat yang Maha pembuka pintu rezeki, wahai Dzat yang Maha Mengetahui, wahai Dzat yang Maha Hidup, wahai Dzat yang Maha Pengasih, wahai Dzat yang Maha Penyayang, wahai Dzat yang Maha Pemberi Anugrah, limpahkanlah rezeki dari-Mu dengan kelimpahan sebaik-baiknya yang dapat memberikan kecukupan bagi diriku, terlepas dari pengharapan pemberian siapapun selain Engkau."

Inti dari ajaran ini adalah bahwa rezeki sudah dijamin oleh Allah, tetapi manusia tetap harus berusaha dan berdoa. Doa-doa di atas bukanlah jimat, melainkan bentuk permohonan dan pengakuan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah. Dengan mengamalkan doa dan ikhtiar halal, seorang Muslim berharap mendapatkan rezeki yang tidak hanya banyak, tetapi juga membawa ketenangan dan keberkahan dalam hidup.

rezekidoahalalkeberkahanIslamikhtiarketenangan

Komentar

Memuat komentar...