5 Kebiasaan Sepele Picu Gagal Ginjal di Usia Muda

Rizki W. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
5 Kebiasaan Sepele Picu Gagal Ginjal di Usia Muda

Gambar atau konten salah?

Gaya hidup yang serba cepat dan penuh tekanan kini banyak dijalani anak muda. Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele justru bisa menjadi beban berat bagi ginjal. Mulai dari malas minum air putih, kegemaran mengonsumsi minuman manis, sampai kebiasaan menahan pipis—semua ini, jika dilakukan terus-menerus, bisa merusak organ vital tersebut dalam jangka panjang.

Yang lebih mengkhawatirkan, kerusakan ginjal sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun di tahap awal. Penyakit ini bisa berkembang diam-diam. Karena itu, mengenali kebiasaan buruk sejak usia muda menjadi langkah krusial agar ginjal tetap berfungsi optimal dan risiko penyakit ginjal kronis bisa dicegah sedini mungkin.

Berikut ini beberapa kebiasaan yang disebut-sebut bisa memicu gagal ginjal di usia muda:

1. Kurang Minum Air Putih

Kesibukan sehari-hari sering membuat anak muda lupa minum. Padahal, terlalu sedikit minum bisa membuat urine menjadi lebih pekat. Kondisi ini meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal dan penumpukan racun di dalam tubuh. Lebih parah lagi, kebiasaan menahan buang air kecil memungkinkan bakteri berkembang biak di saluran kemih. Infeksi saluran kemih yang berulang, dalam jangka panjang, bisa merusak ginjal.

Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Antonia Anna Lukito, SpJP(K), FIHA, merekomendasikan orang dewasa untuk minum air putih sebanyak 2 hingga 2,5 liter per hari. Ia juga menyarankan untuk membatasi asupan minuman manis, alkohol, tembakau, dan zat stimulan. Menurutnya, merokok dan menggunakan zat stimulan bisa menyempitkan pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah ke ginjal berkurang, dan risiko tekanan darah tinggi serta proteinuria (kelebihan protein dalam urine) meningkat.

2. Penggunaan Obat yang Tidak Tepat

Anak muda sering kali menggunakan obat pereda nyeri atau antibiotik tanpa resep dokter untuk mengatasi keluhan ringan seperti sakit kepala atau pilek. Jika dikonsumsi dalam dosis berlebihan atau dalam waktu lama, obat-obatan ini bisa menjadi racun bagi ginjal. Tak hanya itu, mengonsumsi suplemen atau obat tradisional yang asal-usulnya tidak jelas juga berbahaya. Tubuh bisa terpapar zat berbahaya atau bahan yang tidak terjamin keamanannya.

3. Kurang Aktivitas Fisik

Usia muda identik dengan gaya hidup sedentari—duduk berjam-jam di depan laptop, jarang bergerak, dan malas berolahraga. Padahal, kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan hipertensi. Ketiga penyakit ini merupakan faktor utama penyebab penyakit ginjal. dr Huy menganjurkan untuk berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari, lima hari dalam seminggu, untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

4. Kurang Tidur

Tidak jarang anak muda begadang karena mengerjakan tugas atau lembur hingga larut malam. Kebiasaan ini mengganggu ritme biologis tubuh dan menghambat proses perbaikan alami yang terjadi pada ginjal saat kita tidur. Kurang tidur juga bisa meningkatkan tekanan darah dan kadar hormon stres, yang pada akhirnya berdampak buruk bagi ginjal.

5. Pola Makan Tidak Sehat

Makanan cepat saji, minuman manis, dan camilan kemasan yang tinggi gula, garam, serta lemak jenuh kini sangat mudah ditemukan dan dijangkau, terutama oleh anak muda. "Trennya (makanan cepat saji) memang sasarannya ke anak muda. Alangkah baiknya dari orang tua sudah membiasakan (anaknya) makan sehat, hidup sehat," jelas dr Antonia.

Jenis makanan ini bisa membebani ginjal. Spesialis penyakit dalam, dr. Yunia Indah Dewi, SpPD, menjelaskan bahwa makanan dengan kandungan natrium tinggi akan mengikat lebih banyak cairan. Cairan ini kemudian dialirkan bersama darah ke jantung, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan darah. "Tekanan darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama dan tidak diobati akan merusak ginjal," katanya.

Selain itu, menurut dr Nguyen Quang Huy dari Departemen Penyakit Dalam Umum di Tam Anh Hospital, minuman manis seperti soft drink dan bubble tea berkontribusi pada obesitas dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 sendiri merupakan salah satu penyebab utama gagal ginjal kronis. Sementara itu, alkohol memberi tekanan tambahan pada ginjal selama proses metabolisme dan dapat merusak sel-sel ginjal secara langsung. Ia juga mencatat bahwa makanan yang mengandung bahan pengawet tidak diizinkan bisa membawa logam berat seperti timbal atau kadmium. Logam-logam ini bisa menyebabkan nefritis tubulointerstisial, yaitu kondisi peradangan yang dapat menyebabkan atrofi dan gagal ginjal.

Secara keseluruhan, kebiasaan-kebiasaan di atas sering kali dianggap sepele oleh anak muda. Padahal, jika dilakukan terus-menerus, semuanya bisa menjadi bom waktu bagi kesehatan ginjal. Mencegah lebih baik daripada mengobati, dan langkah kecil seperti minum cukup air, tidur teratur, dan memilih makanan sehat bisa membuat perbedaan besar dalam jangka panjang.

malas minum air putihminuman manismenahan pipiskurang aktivitas fisikkurang tidurpola makan tidak sehatgagal ginjal

Komentar

Memuat komentar...