Pertamina Kerahkan 161 Armada untuk Pulihkan Pasokan BBM Sumut
Gambar atau konten salah?
Pertamina menargetkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatra Utara kembali normal pada hari Sabtu ini. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan mengerahkan 161 armada tambahan guna mempercepat pasokan ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
"Kami estimasi Jumat malam pukul 00.00 semua sudah tersedia seperti biasa," ujar Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Sunardi, pada Rabu, 15 Juli 2026. Ia menambahkan, "Untuk percepatan masalah ini ada 161 armada yang akan melakukan backup percepatan dan pemulihan dalam waktu dekat."
Sunardi akhirnya mengakui bahwa antrean panjang di SPBU terjadi akibat kendala dalam pengantaran BBM ke SPBU. Dengan bantuan personel TNI dan Polri, proses pengiriman BBM ke SPBU menjadi lebih cepat. "Sopir ada kondisi memang (kendala), tapi ada penggantian sopir dari wilayah lain dan sudah dibackup. Selain itu, TNI-Polri dan Polda juga membantu backup untuk membantu personel dan berkolaborasi mengatasi masalah ini," jelasnya.
Sebelumnya, Sunardi bersama Anggota DPR RI Ade Jona melakukan inspeksi mendadak ke beberapa SPBU di Kota Medan pada sore hari. Mereka memantau langsung pasokan yang belakangan sulit didapatkan di sejumlah SPBU. Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan bakar.
Secara keseluruhan, upaya percepatan ini melibatkan kolaborasi antara Pertamina, TNI, Polri, dan pihak terkait lainnya. Dengan tambahan armada dan dukungan personel, diharapkan pasokan BBM di Sumatra Utara segera pulih seperti sedia kala.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
