BMKG: Mayoritas Jawa Tengah Cerah Berawan Kamis
Gambar atau konten salah?
BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Jawa Tengah pada Kamis, 16 Juli 2026. Sebagian besar daerah diprediksi akan berawan, sementara sebagian lainnya cerah berawan.
"Pagi sampai siang cerah hingga cerah berawan," ujar Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita, dalam keterangan tertulis. Menjelang siang, sore, hingga awal malam, seluruh wilayah Jateng diperkirakan cerah berawan hingga berawan.
Rany juga mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. "Waspadai potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan," katanya. Suhu udara di Jawa Tengah berkisar antara 16 hingga 33 derajat Celcius. Kelembaban udara berada di angka 45 hingga 95 persen.
Berikut daftar daerah yang diprediksi cerah berawan hingga berawan pada pukul 07.00 hingga 19.00 WIB:
Cerah Berawan hingga Berawan:
Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Kudus, Jepara, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.
Cerah Berawan:
Cilacap, Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Rembang, Pati, Demak, Brebes, Solo, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.
Prakiraan ini berlaku mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB. Cuaca cerah berawan mendominasi sebagian besar wilayah, dengan potensi kebakaran lahan tetap perlu diwaspadai, terutama di area dengan kelembaban rendah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
