6 Tanda Anak Siap Sekolah Selain Usia

Rini S. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
6 Tanda Anak Siap Sekolah Selain Usia

Gambar atau konten salah?

Banyak orang tua mungkin bertanya-tanya, kapan waktu yang tepat untuk menyekolahkan anak? Apakah cukup dengan melihat usia mereka? Seorang dokter spesialis kedokteran keluarga dari Amerika Serikat, Eric Boose, MD, mengatakan bahwa usia bukanlah satu-satunya patokan. Setiap anak memiliki kecepatan tumbuh kembang yang berbeda.

"Usia memang bisa menjadi salah satu ukuran untuk menentukan kesiapan anak masuk taman kanak-kanak. Namun, ada faktor-faktor lain yang bisa membantu Anda memutuskan apakah ini saat yang tepat," jelas Dr. Boose, seperti dikutip dari Cleveland Clinic.

Di Indonesia, aturan usia masuk sekolah dasar (SD) diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 3 Tahun 2025. Secara umum, anak bisa mendaftar SD jika berusia minimal 5 tahun 6 bulan hingga 6 tahun. Namun, ada ketentuan khusus bagi anak yang berusia 5 tahun 6 bulan. Mereka harus memiliki kecerdasan dan atau bakat istimewa, serta kesiapan psikis yang memadai.

Lantas, apa saja tanda-tanda yang menunjukkan bahwa seorang anak sudah siap untuk memulai petualangan barunya di sekolah? Berikut enam ciri yang bisa diamati.

1. Mampu Mengikuti Arahan Sederhana

Di dalam kelas, ada rutinitas, aturan, dan instruksi yang harus diikuti. Anak yang siap sekolah, terutama untuk jenjang TK, umumnya bisa mengikuti petunjuk sederhana dari guru. Mereka juga mampu memperhatikan sesuatu dalam waktu singkat dan duduk dengan tenang saat diperlukan. Ini adalah fondasi awal untuk belajar di lingkungan yang lebih terstruktur.

2. Pandai Berinteraksi dengan Teman Sebaya

Pada masa balita, anak-anak lebih fokus pada orang tua dan keluarga. Seiring bertambahnya usia, mereka mulai tertarik berinteraksi dengan anak-anak lain. Saat masuk TK, mereka akan makan bersama dan bermain saat istirahat. Dr. Boose menambahkan, "Anak-anak yang siap bersekolah umumnya bisa mengomunikasikan kebutuhan mereka, bergiliran, dan berinteraksi dengan tepat dengan teman-temannya."

3. Mulai Bisa Mengelola Emosi

Ini bukan berarti anak tidak boleh menangis atau marah sama sekali. Tanda kesiapan sekolah adalah ketika anak mulai bisa mengatasi emosi sederhana tanpa harus mengamuk (tantrum). Mereka juga perlu berlatih untuk bisa berjarak dari orang tua atau pengasuhnya. Kemampuan mengelola emosi ini membantu anak merasa lebih tenang dan nyaman di lingkungan baru.

4. Menunjukkan Rasa Ingin Tahu tentang Pembelajaran

Dr. Boose menekankan bahwa anak tidak perlu dituntut untuk memenangkan lomba atau meraih prestasi akademik sejak dini. Yang terpenting adalah mereka menunjukkan minat untuk belajar. "Jika mereka mulai mengenali beberapa huruf, angka, atau konsep dasar lainnya, itu adalah pertanda baik," ujarnya. Ia juga menambahkan, "Banyak anak yang siap masuk taman kanak-kanak juga sudah bisa menulis nama depan mereka atau mulai melatih keterampilan tersebut."

5. Menunjukkan Kemandirian dalam Tugas Perawatan Diri

Menurut informasi dari Taipei American School, anak yang siap sekolah sudah menunjukkan kemampuan dasar merawat diri sendiri. Misalnya, bisa menggunakan kamar mandi sendiri, mencuci tangan, dan membuka wadah makan siang sendiri. Kemandirian ini bukanlah keahlian yang harus sempurna, melainkan dorongan yang dibentuk dari waktu ke waktu di rumah.

6. Mampu Mengekspresikan Kebutuhan dan Perasaan

Saat pertama kali sekolah, anak mungkin merasa sangat antusias, atau sebaliknya, masih belum nyaman. Hal terpenting adalah mereka bisa mengekspresikan perasaannya, baik itu gembira, gugup, malu, bangga, atau bahkan kewalahan. Anak-anak yang bisa mengenali dan mengungkapkan perasaan mereka dengan cara yang sehat cenderung lebih merasa aman dan percaya diri di lingkungan baru.

Pada akhirnya, kesiapan sekolah bukanlah tentang mengejar standar usia, melainkan tentang kesiapan sosial, emosional, dan kemandirian dasar. Setiap anak memiliki waktu yang berbeda untuk mencapai tahap ini.

kesiapan sekolahusia anaktumbuh kembangkemandirianinteraksi sosialmengelola emosirasa ingin tahu

Komentar

Memuat komentar...