Ibu Korban Perundungan Minta Pelaku Dikeluarkan

Tika M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Ibu Korban Perundungan Minta Pelaku Dikeluarkan

Gambar atau konten salah?

Air mata Leni tak terbendung saat menceritakan apa yang dialami putrinya, AL (13), seorang siswi SMP Negeri di Palembang, Sumatera Selatan. Perundungan yang dilakukan oleh SN (12) membuat Leni mendesak agar pelaku dikeluarkan dari sekolah. Ia khawatir kejadian serupa akan terulang kembali.

"Saya minta pelaku dikeluarkan dari sekolah ini. Saya takut kejadian seperti ini terulang lagi," kata Leni sambil menangis pada Jumat, 10 Juli 2026.

Namun, Leni menegaskan tidak ingin memindahkan AL ke sekolah lain. Menurutnya, putrinya sudah merasa betah di sekolah tersebut. AL saat ini sudah naik ke kelas IX. "Saya tidak mau anak saya yang pindah sekolah. Dia sudah nyaman di sini (SMP Negeri) dan sekarang sudah kelas sembilan. Kalau pindah, nanti dia harus beradaptasi lagi," jelasnya.

Perundungan itu meninggalkan luka fisik pada AL. Leni mengatakan putrinya masih mengeluhkan rasa sakit. Kepalanya nyeri karena rambutnya dijambak. Perutnya juga sakit setelah ditendang oleh pelaku.

Bukan hanya itu. Pelaku disebut sempat berusaha mendorong AL ke dalam parit. Beruntung, korban berusaha bertahan sehingga tidak sampai terjatuh. Namun, telapak tangan AL terluka saat menahan tubuhnya di bibir parit. "Anak saya bilang pelaku sempat mau mendorongnya ke parit. Dia bertahan supaya tidak jatuh," ungkap Leni.

Sebelum kejadian, AL mendapat ancaman dari pelaku. Ia diminta datang ke sekolah dan diancam akan tetap dicari jika tidak hadir pada hari itu. "Anak saya bilang kalau tidak datang ke sekolah, hari Senin dia tetap akan dicari. Karena itu anak saya datang. Dia juga menemui seperti biasanya, ternyata setelah bertemu langsung dibully," ujar Leni.

Aksi perundungan itu direkam menggunakan ponsel milik pelaku, dibantu oleh temannya. Saat kejadian, ada beberapa teman pelaku di lokasi. Namun, tidak ada satu pun yang berusaha menghentikan aksi tersebut. "Saya sedih melihat anak saya diperlakukan seperti itu. Di sana ada beberapa teman pelaku, tapi tidak ada satu pun yang menolong anak saya. Mereka hanya melihat kejadian itu," kata Leni dengan mata berkaca-kaca.

Keluarga korban sudah menghadiri proses mediasi. Meski begitu, Leni tetap berharap pihak sekolah memberikan sanksi tegas kepada pelaku. Tujuannya, agar putrinya merasa aman saat kembali bersekolah.

Peristiwa ini menggambarkan betapa rentannya anak-anak terhadap perundungan di lingkungan sekolah. Meski mediasi sudah dilakukan, korban dan keluarganya masih merasa trauma dan menginginkan jaminan keamanan. Tindakan tegas dari sekolah menjadi harapan utama agar kejadian serupa tidak terulang.

perundungansiswiSMPPalembangpelakukorbansanksi

Komentar

Memuat komentar...