Sri Mulyani Uji Tesis Mahasiswa Ber-IPK 4,0
Gambar atau konten salah?
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani baru-baru ini kembali ke kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Tapi bukan untuk memberi kuliah atau menjadi tamu kehormatan. Ia datang sebagai penguji tesis.
Seorang mahasiswa program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik (MPKP) FEB UI bernama Zelani Nurfalah menjadi peserta sidang yang diuji langsung oleh Sri Mulyani. Zelani, yang bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS), berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yaitu 4,0. Ia dinyatakan sebagai lulusan terbaik dengan predikat summa cum laude.
Dalam unggahan Instagram pribadinya pada Jumat, 10 Juli 2026, Sri Mulyani menulis, "Minggu lalu saya diundang kembali oleh @mpkp.febui - Salemba. Kali ini sebagai penguji tesis sdr Zelani Nurfalah Mahasiswa MPKP angkatan 48B 2024 lulusan terbaik suma cum laude dengan IPK 4 - Zelani bekerja di BPS RI."
Tesis yang diajukan Zelani berjudul "Trade Liberalization and Informality: Evidence from Tariff-Based Regional Exposure in Indonesia". Ia dibimbing oleh Rus'an Nasrudin, PhD, yang menjabat sebagai Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI. Penguji lainnya adalah Muhammad Hanri, PhD, Ketua Program Studi MPKP FEB UI.
Sri Mulyani tidak hanya terkesan dengan IPK sempurna Zelani. Ia juga memuji cara mahasiswa itu mempresentasikan tesisnya. Menurut Sri, Zelani tampil penuh percaya diri dengan artikulasi yang kuat, cerdas, dan logis. Ia menguasai data, teori, dan konteks dengan baik.
"Zelani mempresentasikan tesis dengan sangat baik, penuh percaya diri, artikulasi yang kuat cerdas dan logis. Menguasai data dan teori dan konteks. Saya turut bangga dengan hasil ujian tesis dan capaian belajar Zelani," kata Sri.
Kunjungan ini juga menjadi momen nostalgia bagi Sri Mulyani. Ia mengenang perjalanan program MPKP yang ia dirikan sekitar 30 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1996. Saat itu, ia masih menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEUI, yang kini dikenal sebagai LPEM FEB UI.
Tujuan Sri mendirikan program magister ini adalah untuk mencetak para pembuat kebijakan yang memiliki kemampuan teknis dan pemahaman mendalam. Ia ingin melahirkan pembuat kebijakan yang bekerja berdasarkan bukti atau evidence-based.
"Sekolah jenjang S2 yang bertujuan mendidik dan melatih para policy makers (pembuat kebijakan publik) untuk memiliki kompetensi teknis dan pengetahuan, pemahaman serta wisdom proses pembuatan kebijakan publik yang berdasarkan evidence (data dan analisa) yang baik," tutur Sri.
Di akhir unggahannya, Sri Mulyani juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Zelani. Ia mendoakan agar kelulusan dari MPKP menjadi bekal kesuksesan dalam bekerja dan berkarya untuk kemajuan Indonesia.
"Selamat Zelani dan selamat ulang tahun juga - semoga kelulusan MPKP akan menjadi bekal sukses dalam bekerja dan berkarya untuk kemajuan Indonesia," tutup Sri.
Zelani sendiri saat ini masih berstatus sebagai pegawai di Badan Pusat Statistik (BPS) RI. Sidang tesis yang diuji oleh mantan menteri keuangan ini menjadi pengalaman langka yang tidak banyak didapatkan mahasiswa lain. Program MPKP yang dirintis Sri Mulyani tiga dekade lalu terus berjalan dan menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas seperti Zelani.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tiga Hari Lagi Masuk Sekolah, Cek Jadwal MPLS
Hasil SPMB Jabar Tahap 2 Diumumkan Hari Ini
Siswa Garuda Transformasi Wajib Kontribusi Nyata Tiap Tahun
Dosen Unair Jadi Korban Doxing Usai Buka Suara di MK
UNSRI Luncurkan IAMUNSRI, 5.000 Pengguna dalam Waktu Singkat
Dana Abadi Jamin Sekolah Garuda Berlanjut
Berita Terbaru
Sri Mulyani Uji Tesis Mahasiswa Ber-IPK 4,0
Pemkab Bangli Janji Benahi Keuangan Daerah
Anggaran Miliaran RSUD Palabuhanratu Disorot, Stok Obat Kosong
Promo Salju Bekasi Berakhir 12 Juli
B50 Lebih Unggul dari B40, Filter 40.000 Km Tak Ganti
Kisah Klopp Buru Mbappe: Jet Pribadi dan Makan Malam Mewah
Prabowo Kaget Jumlah BUMN Ternyata 1.077
