Dekan UGM Sambut Mahasiswa Baru dari Keluarga Kurang Mampu

Maya K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Dekan UGM Sambut Mahasiswa Baru dari Keluarga Kurang Mampu

Gambar atau konten salah?

Seorang pemuda bernama Muhammad Nur Arifin baru saja memulai perjalanannya sebagai mahasiswa baru di Universitas Gadjah Mada (UGM). Yang membuatnya istimewa, ia langsung dikunjungi oleh Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof Budi Guntoro.

Kisah Arifin cukup menginspirasi. Ibunya, Ngalimah, bekerja sebagai penjual keripik. Ayah Arifin, yang bekerja sebagai tukang kayu, telah meninggal dunia 15 tahun lalu. Sejak saat itu, sang ibu menjadi orang tua tunggal yang harus membiayai sembilan orang anak dalam kondisi ekonomi yang terbatas.

"Saya sangat bersyukur atas diterimanya Arifin di UGM. Semoga anak saya diberikan kemudahan dalam menempuh kuliah dan dapat meraih cita-citanya," kata Ngalimah, seperti dikutip dari laman UGM pada Kamis, 09 Juli 2026.

Arifin berhasil masuk UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Ia tidak mengikuti bimbingan belajar atau les tambahan seperti teman-temannya. Menurut sang ibu, Arifin hanya belajar sendiri di rumah dengan tekun.

"Dia anak yang selalu fokus saat belajar di sekolah sehingga tidak perlu mengulang pelajaran secara berlebihan di rumah," kenang Ngalimah.

Meski tanpa bimbel, Arifin sering meraih juara di berbagai lomba. Salah satu pencapaiannya adalah juara musikalisasi puisi tingkat provinsi.

Ketertarikan Arifin pada dunia peternakan sudah muncul sejak kecil. Ia senang memelihara hewan di rumah, terutama kambing. "Sejak kecil saya sudah senang memelihara hewan, terutama kambing. Walaupun dulu pernah mengalami pengalaman sedih karena kambing peliharaan saya mati saat masih SD, ketertarikan saya pada peternakan tidak pernah hilang," ungkapnya.

Arifin bercita-cita mengembangkan usaha peternakan ayam broiler setelah menyelesaikan pendidikannya. Ia juga memiliki minat besar terhadap nutrisi dan pangan. "Pengalaman ini membuat saya semakin memahami bagaimana pengelolaan peternakan dilakukan secara langsung. Saya jadi semakin yakin memilih peternakan sebagai bidang yang ingin saya tekuni," katanya.

Saat ini, Arifin bisa berkuliah di UGM berkat beasiswa pendidikan unggul bersubsidi 100 persen. Ia bersyukur dan bertekad tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dekan Budi Guntoro berpesan agar Arifin bisa fokus dan mengoptimalkan diri selama kuliah, baik dalam studi maupun organisasi. "Selamat mas. Ke depan harus fokus baik studi maupun di organisasi nanti. Manfaatkan kesempatan yang diberikan dengan beasiswa kuliah gratis ini untuk masa depan yang lebih baik," pesannya.

Kisah Arifin menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi seseorang untuk meraih pendidikan tinggi. Dengan ketekunan belajar mandiri dan dukungan keluarga, ia berhasil menembus salah satu universitas terbaik di Indonesia. Beasiswa yang ia terima menjadi jembatan untuk mewujudkan mimpinya di bidang peternakan.

mahasiswa baruUGMbeasiswapeternakanbelajar mandirikeluarga tunggalketekunan

Komentar

Memuat komentar...