600 Laporan Warga soal SPMB SMP Masuk ke Disdikbud

Cahyo S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
600 Laporan Warga soal SPMB SMP Masuk ke Disdikbud

Gambar atau konten salah?

Hampir 600 laporan masuk ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung. Laporan itu datang dari warga yang mengeluhkan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMP Tahun Ajaran 2026/2027. Sebagian besar orang tua mengeluh karena anak mereka belum diterima di sekolah negeri.

Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan, menyatakan semua laporan yang masuk saat ini masih didata dan diverifikasi. Setelah proses itu rampung, calon siswa akan ditempatkan ke SMP negeri yang masih punya kursi kosong.

"Yang sudah terdata hampir 600 orang. Sekarang masih kami verifikasi dan kami carikan sekolah negeri yang lokasinya paling dekat dengan domisili mereka. Mudah-mudahan satu atau dua hari ini selesai," kata Ramdhan pada Kamis, 09 Juli 2026.

Verifikasi dilakukan agar penempatan siswa tepat sasaran. Disdikbud memastikan hanya calon siswa yang benar-benar belum mendapat sekolah negeri yang akan diakomodasi.

"Kami cek satu per satu apakah mereka memang sudah mengikuti SPMB dan belum diterima. Jangan sampai sebenarnya sudah diterima di sekolah swasta, tetapi kembali mendaftar karena ada kebijakan ini," ujarnya.

Menurut Ramdhan, langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandar Lampung. Tujuannya agar semua anak usia sekolah tetap mendapat akses pendidikan, khususnya di sekolah negeri bagi warga yang menginginkannya.

Tapi tidak semua SMP negeri masih punya ruang untuk menerima siswa tambahan. Ramdhan menyebut sejumlah sekolah favorit sudah mencapai batas maksimal daya tampung.

"Untuk SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 14, dan SMP Negeri 29 kuotanya sudah penuh sehingga tidak bisa ditambah lagi. Di sekolah negeri lainnya masih kami upayakan agar bisa menampung," jelasnya.

Ia mengungkapkan, membludaknya jumlah pendaftar menjadi salah satu penyebab banyaknya pengaduan. Tahun ini, jumlah pendaftar SPMB mencapai sekitar 16 ribu orang. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berkisar 11 ribu hingga 12 ribu pendaftar.

Ramdhan juga membantah anggapan bahwa daya tampung sekolah negeri berkurang. Menurutnya, yang berubah hanya komposisi kuota di masing-masing jalur penerimaan.

"Kalau pendaftar jalur afirmasi lebih banyak, kuotanya disesuaikan. Dampaknya kuota jalur lain ikut bergeser. Jadi bukan jumlah kursi sekolah yang dikurangi," katanya.

Disdikbud menargetkan seluruh proses penempatan siswa selesai sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai pada Senin mendatang. Orang tua nantinya akan menerima informasi penempatan melalui sekolah maupun pemerintah kecamatan.

"Kami targetkan sebelum hari pertama sekolah semua sudah selesai, sehingga tidak ada anak di Kota Bandar Lampung yang terlambat mengikuti tahun ajaran baru," tutup Ramdhan.

Peningkatan jumlah pendaftar yang cukup signifikan—dari sekitar 11.000-12.000 menjadi 16.000 orang—menjadi tekanan tersendiri bagi sistem penerimaan siswa baru di Bandar Lampung. Meski daya tampung total tidak berkurang, pergeseran kuota antar jalur penerimaan membuat sejumlah sekolah favorit cepat penuh. Pemerintah kota berupaya menempatkan siswa yang belum tertampung ke sekolah negeri terdekat sebelum tahun ajaran baru dimulai.

SPMBSMPBandar LampungDisdikbudsekolah negeridaya tampungpengaduanverifikasi

Komentar

Memuat komentar...