Bupati Sukoharjo Terjaring OTT KPK, Harta Rp9,1 M Disorot

Fandi R. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bupati Sukoharjo Terjaring OTT KPK, Harta Rp9,1 M Disorot

Gambar atau konten salah?

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menjadi sorotan setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia ditangkap bersama empat orang lainnya. Setelah diperiksa di Polresta Surakarta, kelimanya akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pada Jumat, 10 Juli 2026, bahwa para pihak yang ditangkap menjalani pemeriksaan awal di Polresta Surakarta dan akan diterbangkan ke Jakarta pada pagi harinya. Ia menegaskan bahwa kelima orang tersebut masih berstatus sebagai terperiksa.

Kasus ini berkaitan dengan dugaan pemerasan. Budi Prasetyo menjelaskan bahwa perkara tersebut terkait dugaan pemerasan yang dilakukan oleh bupati terhadap para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo. Etik Suryani saat ini menjabat untuk periode keduanya sebagai bupati.

Perhatian publik pun tertuju pada profil Etik Suryani. Bukan hanya riwayat karier dan pendidikannya, tetapi juga jumlah harta kekayaan yang dilaporkannya dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru. Berdasarkan data dari laman resmi E-LHKPN KPK, ia terakhir melaporkan hartanya pada 27 Maret 2026 untuk periode tahun 2025.

Dalam laporan tersebut, total harta Etik Suryani tercatat mencapai Rp9,1 miliar. Jumlah ini terdiri dari beberapa kategori, yaitu tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas. Berikut rincian lengkapnya.

Tanah dan Bangunan

  • Tanah seluas 358 m² di Wonogiri senilai Rp278.000.000
  • Tanah seluas 264 m² di Sukoharjo senilai Rp1.406.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 264 m²/150 m² di Sukoharjo senilai Rp990.000.000
  • Tanah seluas 6.095 m² di Wonogiri senilai Rp999.000.000
  • Tanah seluas 2.598 m² di Sukoharjo senilai Rp855.000.000
  • Tanah seluas 209 m² di Sukoharjo senilai Rp365.000.000

Alat Transportasi dan Mesin

  • Toyota Minibus tahun 1980 senilai Rp98.000.000
  • Toyota Minibus tahun 1977 senilai Rp125.000.000
  • Toyota Vellfire 2.4 tahun 2010 senilai Rp252.000.000

Harta Bergerak Lainnya sebesar Rp2.778.000.000

Kas dan Setara Kas sebesar Rp973.012.976

Etik Suryani pertama kali menjabat sebagai Bupati Sukoharjo pada tahun 2021 setelah memenangkan pilkada bersama Drs H Agus Santosa. Setelah masa jabatan pertamanya selesai pada tahun 2025, ia kembali terpilih untuk periode kedua, yaitu 2025-2030, kali ini berpasangan dengan Eko Sapto Purnomo.

Perempuan kelahiran tahun 1963 ini pertama kali melaporkan hartanya saat masih menjadi calon bupati pada 26 Agustus 2020. Saat itu, total kekayaannya tercatat sebesar Rp5.867.976.346 atau sekitar Rp5,8 miliar. Sejak saat itu, ia terus melaporkan kekayaannya secara berkala setiap tahun.

Berikut adalah perkembangan harta Etik Suryani dari tahun ke tahun:

  • Tahun 2021: Rp6.228.016.890
  • Tahun 2022: Rp6.693.213.329
  • Tahun 2023: Rp7.815.328.777
  • Tahun 2024: Rp8.096.120.046
  • Tahun 2025: Rp9.119.012.976

Dari data tersebut, terlihat bahwa kekayaan Etik Suryani terus bertambah setiap tahunnya sejak ia menjabat sebagai bupati. Dalam kurun waktu lima tahun, hartanya meningkat sekitar Rp3,2 miliar dari laporan pertamanya pada tahun 2020.

Dari segi pendidikan, berdasarkan informasi dari laman PPID Kabupaten Sukoharjo, Etik Suryani menempuh pendidikan dasar di SD Negeri No 85 Tegalmulyo-Surakarta dan lulus pada tahun 1975. Ia melanjutkan ke SMP IX Surakarta hingga tahun 1979, lalu ke SMA Negeri Kartasura hingga tahun 1982. Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Surakarta untuk program S1 yang selesai pada tahun 2010, dan S2 di STIE AUB Surakarta yang rampung pada tahun 2018.

Sebelum terjun ke dunia politik, Etik Suryani memiliki karier panjang di dunia perbankan. Ia tercatat bekerja di Bank Bumi Arta Tbk Surakarta selama 27 tahun, dari tahun 1983 hingga 2010. Setelah itu, ia beralih profesi dan mencalonkan diri sebagai bupati pada tahun 2020.

Harta kekayaan Etik Suryani yang mencapai Rp9,1 miliar menunjukkan peningkatan yang konsisten sejak ia menjabat sebagai kepala daerah. Kasus OTT yang menjeratnya kini menjadi perhatian publik, terutama terkait dugaan pemerasan yang melibatkan perangkat daerah di Sukoharjo.

Bupati SukoharjoEtik SuryaniOTT KPKdugaan pemerasanharta kekayaanLHKPNpemeriksaan awalperangkat daerah

Komentar

Memuat komentar...