7 Sinyal Diabetes di Pagi Hari yang Sering Diabaikan
Gambar atau konten salah?
Medan — Banyak orang mengira bahwa diabetes hanya bisa diketahui dari hasil pemeriksaan gula darah yang tinggi. Padahal, tubuh sebenarnya sudah memberikan sinyal peringatan lebih awal. Sinyal ini sering muncul di pagi hari, saat metabolisme tubuh mulai aktif kembali setelah tidur semalaman.
Sayangnya, tanda-tanda awal ini sering disalahartikan sebagai efek kurang tidur atau sekadar kelelahan biasa. Padahal, beberapa keluhan di pagi hari bisa menjadi petunjuk penting. Misalnya, rasa haus yang berlebihan saat baru bangun tidur, atau tubuh yang tetap terasa lemas meskipun sudah tidur cukup.
Mengenali gejala-gejala ini sejak dini sangat penting. Tujuannya agar penanganan bisa segera dilakukan, sehingga risiko komplikasi diabetes bisa diminimalkan.
Dikutip dari Cleveland Clinic, fenomena yang disebut dawn phenomenon ini umum terjadi pada pengidap diabetes. Beberapa studi menunjukkan bahwa fenomena ini mempengaruhi lebih dari 50 persen pengidap diabetes tipe 1 maupun tipe 2.
Spesialis penyakit dalam, dr. Randy Nusrianto, menjelaskan bahwa pada tahap awal, diabetes sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Akibatnya, banyak pengidap tidak menyadari kondisi mereka dan tidak segera mendapatkan pengobatan.
Tanpa penanganan yang tepat, kadar gula darah bisa meningkat secara signifikan. Peningkatan ini kemudian memicu munculnya berbagai gejala.
"Jadi gejalanya tidak spesifik," kata dr. Randy dalam sebuah seminar beberapa waktu lalu.
Meski begitu, diagnosis diabetes tetap harus dikonfirmasi melalui pemeriksaan medis yang akurat. Pada pengidap diabetes, ada beberapa gejala hiperglikemia yang bisa muncul di pagi hari:
-
Pandangan Kabur
Kadar gula darah yang tinggi dapat menarik cairan dari jaringan tubuh, termasuk lensa mata. Kondisi ini memengaruhi kemampuan mata untuk fokus. Jika tidak ditangani, diabetes bisa menyebabkan terbentuknya pembuluh darah baru di retina atau bagian belakang mata. Diabetes juga bisa merusak pembuluh darah yang sudah ada di mata. -
Sakit Kepala
Dikutip dari Healthline, sakit kepala yang berkaitan dengan kadar gula darah tinggi pada diabetes bisa berkisar dari tingkat sedang hingga berat. Sakit kepala ini sering terjadi berulang. Ini bisa menjadi tanda bahwa kadar glukosa darah terlalu tinggi atau terlalu rendah. -
Merasa Sangat Lapar
Diabetes melitus adalah kondisi ketika tubuh tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, atau bahkan tidak memproduksinya sama sekali. Dikutip dari Cleveland Clinic, glukosa adalah sumber energi utama yang diperoleh tubuh dari makanan. Tanpa insulin yang cukup, tubuh tidak bisa menggunakan glukosa secara optimal sebagai energi. Kondisi ini membuat tubuh merasa kekurangan energi dan memicu peningkatan rasa lapar. Kondisi ini disebut polifagia. -
Rasa Lelah Terus-Menerus
Diabetes bisa membuat pengidapnya merasa sangat lelah. Dikutip dari Mayo Clinic, kondisi ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi mengganggu kemampuan tubuh dalam menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Selain itu, dehidrasi akibat meningkatnya frekuensi buang air kecil juga bisa menyebabkan kelelahan. -
Rasa Haus Berlebihan
Rasa haus berlebihan atau polidipsia adalah salah satu gejala umum diabetes. Pengidap diabetes sering kali terbangun dengan rasa haus yang sangat kuat. Ini terjadi karena tubuh berusaha mengatasi kadar gula darah yang tinggi. Dikutip dari Times of India, ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring dan menyerap kelebihan glukosa. Proses ini membutuhkan banyak cairan, sehingga bisa menyebabkan dehidrasi dan meningkatkan rasa haus. -
Sering Buang Air Kecil
Sering buang air kecil atau poliuria adalah gejala lain diabetes yang sering muncul pada malam hingga pagi hari. Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal menyaring lebih banyak glukosa. Glukosa tersebut menarik lebih banyak cairan, sehingga produksi urine meningkat.
Secara singkat, tubuh memberikan sinyal di pagi hari yang tidak boleh diabaikan. Rasa haus, lelah, lapar berlebihan, pandangan kabur, sakit kepala, dan sering buang air kecil adalah petunjuk awal yang perlu diwaspadai. Jika gejala-gejala ini muncul, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Doa Pelunas Utang: Amalan Agar Terbebas dari Lilitan
Wortel Tak Bisa Hentikan Mata Minus, Dokter Tegaskan
Ayu Ting Ting Bantu UMKM Lewat Konten, Respons Positif
Presiden Prabowo Perintahkan Pemangkasan Antrean Haji 26 Tahun
Pertemuan Ruben-Sarwendah Batal, Dijadwalkan Ulang 11 Juli
Harga Tiket Medan-Bangkok Melonjak Tiga Kali Lipat, Jastip Terpaksa Setop
Berita Terbaru
Grace Natalie Sambangi Rumah Jokowi di Solo
Wasit Piala Dunia Kram Kaki, Pemain AS Bantu di Lapangan
Zanzabil, Kopi Jahe Betawi Abad 18 yang Masih Bertahan di Jakarta
Dua Pabrik Otomotif di Jatim Siap PHK Ribuan Karyawan
Uruguay vs Tanjung Verde Imbang 2-2 di Grup H
Jembatan Donat Dukuh Atas Mulai Dibangun, Patung Sudirman Tetap
LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai Diresmikan Agustus 2026
Doa Pelunas Utang: Amalan Agar Terbebas dari Lilitan
Rhabdomyolysis Mengintai Pelari Maraton, Bisa Sebabkan Gagal Ginjal