Pertemuan Ruben-Sarwendah Batal, Dijadwalkan Ulang 11 Juli
Gambar atau konten salah?
Ruben Onsu dan Sarwendah, mantan pasangan suami istri, dijadwalkan akan bertemu pada tanggal 11 Juli 2026. Pertemuan ini direncanakan untuk menyelesaikan perselisihan mereka secara kekeluargaan.
Menurut pengacara Sarwendah, Abraham Simon, sebenarnya pertemuan itu sudah dijadwalkan lebih awal, yaitu pada 16 Juni 2026. Namun, rencana tersebut batal karena berbagai alasan. "Klien kami cukup memahami kesibukan dan jadwal pekerjaan Ruben Onsu, sehingga ia memaklumi jika belum sempat membalas pesan dari klien kami," jelas Abraham.
Meskipun pertemuan sebelumnya batal, pihak Sarwendah tetap optimis bahwa pertemuan akan segera terlaksana. Abraham menyebutkan bahwa pertemuan tersebut akan fokus membahas kepentingan anak-anak mereka. "Tinggal menyesuaikan waktu dan komunikasi saja," ujarnya.
Abraham mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada rencana pertemuan pada 11 Juli 2026. Tanggal ini merupakan permintaan dari pihak Ruben Onsu dan kuasa hukumnya, Minola. "Pertemuan akan dilaksanakan pada bulan Juli, sesuai permintaan Ruben Onsu dan Bang Minola. Kira-kira tanggal 11 Juli," tuturnya.
Namun, pihak Sarwendah tetap memberikan fleksibilitas. Jika tanggal 11 Juli ternyata tidak cocok dengan jadwal Ruben Onsu, mereka siap berkomunikasi kembali. "Kami memberikan keleluasaan bagi Ruben Onsu dan kuasa hukumnya untuk menyesuaikan waktu. Jika tanggal tersebut kurang pas, bisa dikomunikasikan lagi," lanjut Abraham.
Pertemuan ini diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk menyelesaikan konflik yang sudah berlangsung lama. Kedua belah pihak menunjukkan niat baik untuk mengutamakan kepentingan anak-anak mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
