Doa Pelunas Utang: Amalan Agar Terbebas dari Lilitan
Gambar atau konten salah?
Medan – Beban utang yang terus bertambah bukan cuma soal uang. Lebih dari itu, rasa cemas dan gelisah ikut menghantui. Di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil, banyak orang berusaha mencari cara untuk bertahan. Mulai dari menekan pengeluaran sampai memperbanyak doa, semuanya dilakukan dengan harapan bisa melunasi kewajiban yang ada.
Dalam Islam, ada satu amalan yang dikenal dengan doa hajat. Doa ini bisa dipanjatkan saat seseorang menghadapi kesulitan, termasuk ketika terhimpit utang. Dengan menggabungkan usaha yang nyata dan doa yang tulus, seorang muslim berharap bisa menemukan jalan keluar, mendapat rezeki yang lebih lapang, dan hati yang lebih tenang di tengah masa-masa sulit.
Berdasarkan penjelasan dari Seri Fikih Kehidupan yang disusun oleh Ahmad Sarwat, ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda: "Menunda-nunda pembayaran utang dari orang yang mampu membayarnya adalah perbuatan zalim. Dan apabila salah seorang dari kamu dipindahkan penagihannya kepada orang lain yang mampu, hendaklah ia menerima." Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Abi Syaibah.
Hadits tersebut mengingatkan kita bahwa urusan utang bukanlah hal sepele. Namun, kenyataannya tidak semua orang berada dalam posisi yang sama. Ada kalanya seseorang benar-benar kesulitan secara ekonomi sehingga belum sanggup melunasi utangnya. Dalam kondisi seperti ini, usaha tetap harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Usaha itu harus dibarengi dengan doa, agar Allah memberikan kemudahan dan melapangkan rezeki.
Ada beberapa doa yang bisa diamalkan untuk membantu melunasi utang. Doa-doa ini diambil dari kitab Fiqh Al-Ad'iyah Wal-Adzkaar karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Badr, yang diterjemahkan oleh Amiruddin Djalil. Sumber lainnya adalah buku Jihad Keluarga: Membina Rumah Tangga Sukses Dunia Akhirat yang ditulis oleh A Fatih Syuhud. Berikut adalah beberapa doa hajat tersebut:
1. Doa Pelunas Utang yang Diajarkan Rasulullah
Doa ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA. Bunyinya: "Allahummakfinii bihalaalika 'an haraamika wa aghnii bifadhlika 'amman siwaak." Artinya: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal daripada yang haram dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu daripada selain Engkau." Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi.
2. Doa Memohon Jalan Keluar dari Kesulitan
Doa ini berbunyi: "Allahumma ya farijal ham kasyifal gham mujiba da'watal mudhtharriin rahmanad dunya wal akhirah warahimahuma anta tarhamuni farhamni rahmatan tughnini biha rahmati man siwak." Artinya: "Ya Allah, yang menghilangkan kerisauan, yang menghilangkan kesedihan, Maha mengabulkan doa orang yang menderita. Engkau Maha Pengasih kepada seisi dunia dan akhirat dan menyayangi keduanya. Engkau mengasihiku, berilah aku rahmat yang membuatku tidak memerlukan lagi pertolongan selain dari-Mu."
3. Doa Berlindung dari Lilitan Utang
Doa ini berbunyi: "Allahumma innii a'uudzu bika minal hammi wal hazan, wa a'uudzu bika minal 'ajzi wal kasal, wa a'uudzu bika minal jubni wal bukhl, wa a'udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal." Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari ketakutan dan kekikiran, dari lilitan utang dan kezaliman orang-orang."
4. Doa Memohon Kemudahan
Doa ini singkat: "Allahumma yassir walaa tu'assir." Artinya: "Ya Zat yang memudahkan segala yang sulit, mudahkanlah jangan Engkau persulit."
5. Doa Agar Rezeki Diberkahi
Doa ini berbunyi: "Bismillâhi 'ala nafsî wa mâlî wa dînî. Allâhumma radhdhinî bi qadhâ'ika, wa bârik lî fîmâ quddira lî hattâ lâ uhibba ta'jîla mâ akhkharta, wa lâ ta'khîra mâ 'ajjalta." Artinya: "Dengan nama Allah yang menguasai diri, harta, dan agamaku. Tuhanku, kondisikan batinku agar rela menerima ketentuan-Mu. Berkatilah aku pada semua yang ditakdirkan untukku sehingga aku enggan menyegerakan apa yang Kautunda dan enggan menunda apa yang Kausegerakan."
Doa-doa ini bisa menjadi pengingat bahwa dalam setiap kesulitan, ada jalan yang bisa ditempuh. Bukan hanya dengan usaha fisik, tetapi juga dengan memohon pertolongan kepada Yang Maha Kuasa. Pada akhirnya, kombinasi antara ikhtiar dan doa adalah kunci untuk menghadapi beban hidup, termasuk utang yang menumpuk.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
