77 Tahun Pariman Ditemukan Mati di Dapur, Penyidikan

Yanto K. · 2 min baca · 15 hari lalu · 54 dibaca
Bisik.id
77 Tahun Pariman Ditemukan Mati di Dapur, Penyidikan

Gambar atau konten salah?

Pariman, seorang warga Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, berusia 77 tahun, ditemukan tewas dan dikubur di bagian dapur rumahnya. Polisi mengungkapkan bahwa tubuh korban ditemukan di ruang dapur, di mana ia ditaburkan secara sembarangan.

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, menyatakan bahwa hasil autopsi telah keluar. Ia menambahkan, “Untuk hasil autopsi kemarin sudah keluar. Untuk umur jenazah tersebut diperkirakan itu berumur 4 sampai 5 hari,” pada pernyataan yang diambil pada 19 Mei 2026. Menurut petugas, korban kemungkinan sudah meninggal sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan.

Dalam pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kapolres menambahkan, “Kemudian dari tubuh jenazah tersebut juga tidak diketemukan terkait dengan tanda-tanda kekerasan dan lain-lain. Ini makanya yang sedang kita dalami dan motif apa yang menyebabkan si korban tersebut hingga dikuburkan di area belakang rumahnya,” ia katakan. Hal ini menunjukkan bahwa penyebab kematian belum teridentifikasi.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa korban dan dua anaknya dikenal warga sekitar sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Ia menegaskan, “Karena dengan tadi saya sampaikan, bahwa kondisi korban dan kedua anaknya pun memang sudah lama dan dikenal oleh warga masyarakat sana, memang berstatus ODGJ (orang dengan gangguan jiwa). Sehingga ini kita masih lakukan pendalaman terhadap dua putranya,” ia sampaikan.

Indra menambahkan bahwa penyelidikan mengenai penyebab kematian masih berlangsung. Ia berkata, “Untuk sebab kematian korban, Indra menyatakan saat ini juga masih proses penyelidikan. Karena dari autopsi belum mendapatkan keterangan yang pasti terkait penyebab meninggalnya korban tersebut.” Ia juga menekankan bahwa korban sudah berusia 77 tahun dan sudah lama berstatus ODGJ.

Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, menyoroti pentingnya pemeriksaan lebih lanjut. Ia menjelaskan, “Kita harus perlu pemeriksaan dulu. Jadi, terkait dengan hasil autopsi, nanti ketika sudah keluar kami akan melakukan pemeriksaan terhadap dokter yang melakukan autopsi. Dari situ nanti kami baru bisa menyampaikan, terkait dengan luka-luka apa saja, kemudian apa penyebab kematiannya. Nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” kata Indrawan.

Di rumah korban, terdapat empat anak. Anak pertama perempuan, kemudian saudara D, saudara Y, dan saudara C. Dua anak, D dan C, tinggal bersama korban. Indrawan menyebutkan, “Disampaikan juga, bahwa C ini diketahui sering mengamuk.” Ia menambahkan, “Iya, betul (sering mengamuk). Saudara C ya, yang kita observasi ini. Jadi makanya kami mohon waktu untuk rekan-rekan, karena memang prosesnya ini panjang. Jadi ketika sudah selesai semua pasti nanti akan kita sampaikan,” ia katakan.

Salah satu anak, berinisial C, saat ini dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan kejiwaan. Ia masih dalam observasi. Indrawan mengungkapkan, “Apabila nanti pemeriksaan kejiwaan sudah selesai. maka akan segera kami sampaikan perkembangannya. Karena memang kondisinya saat ini sedang dalam proses observasi,” ia menegaskan.

Secara keseluruhan, penyelidikan masih berjalan. Polisi belum menemukan bukti kekerasan dan belum mengidentifikasi penyebab kematian Pariman. Fokus saat ini adalah memahami motif di balik penguburan di dapur dan kondisi mental korban serta anak-anaknya. Penelitian lebih lanjut akan dilakukan setelah hasil autopsi lengkap dan pemeriksaan kejiwaan anak selesai.

ParimanDesa PakelBoyolaliautopsigangguan jiwapenguburan dapurpenyelidikankorban berusia 77 tahun

Komentar

Memuat komentar...