ACES Raup Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026
Gambar atau konten salah?
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), perusahaan yang menaungi merek-merek seperti AZKO, ATARU, Pendopo, NEKA, dan anak usaha Toys Kingdom, membukukan penjualan bersih sebesar Rp 6,9 triliun hingga 30 September 2026. Angka ini naik 8,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan yang bisa diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp 604,7 miliar, melonjak 25,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja bisnis yang positif ini dibarengi dengan penguatan tata kelola perusahaan. Hal itu terlihat dari peningkatan signifikan dalam penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) dan raihan penghargaan IICD Corporate Governance Award 2026.
Hingga September 2026, Same Store Sales Growth (SSSG) perusahaan mencapai 2,4% secara year-on-year. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja area Jakarta dan peningkatan di luar Jawa. Sementara itu, wilayah Jawa di luar Jakarta relatif stabil.
Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Gregory S. Widjaja, memaparkan strategi perusahaan. Menurutnya, pertumbuhan didukung oleh produktivitas toko yang sudah ada, efisiensi operasional, dan inisiatif pemasaran yang relevan. Kegiatan berbasis komunitas dan program promosi menjadi contohnya.
"Ke depan, Perseroan akan melanjutkan strategi pertumbuhan secara terukur dengan memaksimalkan potensi pasar melalui pengembangan jaringan AZKO dan NEKA, ekspansi ke kota-kota baru, serta peningkatan pengalaman berbelanja pelanggan. Setiap langkah ekspansi akan mempertimbangkan karakteristik wilayah agar dapat mendukung pertumbuhan bisnis secara efektif," ujar Gregory dalam keterangan tertulis, Selasa 03 November 2026.
Hingga akhir September 2026, jaringan AZKO mencapai 282 toko. Sebanyak 19 toko baru dibuka selama sembilan bulan pertama 2026. Pada kuartal ketiga, AZKO merambah lima lokasi baru: Tomohon, Baubau, Bengkalis, Jepara, dan Mamuju. Sementara itu, jaringan NEKA mencapai 31 toko, termasuk 21 toko baru yang dibuka sepanjang tahun ini. Selain ekspansi, perusahaan juga meremajakan toko-toko AZKO yang sudah ada untuk meningkatkan kenyamanan berbelanja. Realisasi belanja modal (CapEx) hingga akhir September 2026 mencapai Rp144,8 miliar, setara 32%-36% dari total anggaran CapEx tahun 2026. Dana itu digunakan untuk mendukung ekspansi jaringan dan pembaharuan konsep toko.
Di tengah pertumbuhan bisnis, perusahaan terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Tata kelola yang kuat dinilai penting untuk memastikan pengambilan keputusan dan pelaksanaan strategi berjalan transparan dan akuntabel, sekaligus mendukung pengelolaan risiko.
Pada 2026, skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) perusahaan meningkat menjadi 95,76, dari sebelumnya 85,85. Pencapaian ini mengubah predikat perusahaan dari 'Good' menjadi 'Very Good'.
Perusahaan juga meraih penghargaan Best Responsibility of the Board dalam kategori Mid Cap pada The 17th Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) Corporate Governance Conference and Award 2026. Perusahaan menjadi satu-satunya emiten ritel yang menerima penghargaan di ajang tersebut. Penghargaan itu menjadi bukti komitmen perusahaan dalam meningkatkan peran dan tanggung jawab Direksi serta Dewan Komisaris, terutama dalam fungsi pengawasan dan pengelolaan perusahaan.
"Bagi kami, tata kelola perusahaan yang baik bukan sekadar pemenuhan standar, melainkan fondasi untuk menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Seiring dengan pertumbuhan dan meningkatnya kompleksitas bisnis, penerapan tata kelola yang kuat membantu Perseroan memastikan setiap keputusan strategis mempertimbangkan risiko dan kepentingan jangka panjang," paparnya. "Oleh karena itu, pencapaian ACGS dan penghargaan dari IICD menjadi motivasi bagi Perseroan untuk terus memperkuat penerapan praktik tata kelola yang berkualitas," sambung Gregory.
Sejalan dengan komitmen itu, perusahaan mengintegrasikan prinsip tata kelola ke dalam Sustainability Ambition 2030. Ini mencakup empat pilar utama: People, Environment, Business, dan Good Corporate Governance (GCG). Penerapan tata kelola yang kuat membantu perusahaan menjalankan berbagai inisiatif pada keempat pilar secara terarah dan berkelanjutan. Aspek keberlanjutan juga diintegrasikan ke dalam strategi dan pengembangan bisnis. Penerapan prinsip-prinsip ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kualitas tata kelola dan kepercayaan pemangku kepentingan, sekaligus mendukung pencapaian Sustainability Ambition 2030.
Perusahaan mencatat pertumbuhan penjualan dan laba yang solid, didukung ekspansi ke kota-kota baru dan peremajaan toko. Penguatan tata kelola, yang tercermin dari peningkatan skor ACGS dan penghargaan IICD, menjadi fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan. Fokus pada efisiensi dan pemasaran berbasis komunitas juga berkontribusi pada kinerja positif.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
