IHSG Kuartal III Menguat 7,58%, Dana Asing Kembali Mengalir

Lina F. · 2 min baca · 1 jam lalu · 22 dibaca
Bisik.id
IHSG Kuartal III Menguat 7,58%, Dana Asing Kembali Mengalir

Gambar atau konten salah?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pasar modal Indonesia perlahan membaik pada kuartal III tahun 2026. Klaim ini didasarkan pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama periode tersebut.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki, menjelaskan bahwa IHSG ditutup di angka 6.071,14 pada akhir kuartal III-2026. Angka ini naik 7,58% secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq). Kenaikan ini terjadi seiring dengan kembalinya dana asing ke pasar modal Indonesia, terutama pada bulan Juli dan Agustus.

"IHSG ditutup pada level 6.071,14 pada akhir triwulan III-2026, hal ini menguat 7,58% quarter-to-quarter seiring kembali masuknya dana asing ke pasar domestik, terutama di Juli dan Agustus," ungkapnya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, pada Selasa, 03 November 2026.

Meski begitu, Kiki mengakui IHSG kembali melemah dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan catatan OJK, IHSG sempat terkoreksi setelah pengumuman konsultasi MSCI terkait status pasar modal Indonesia yang berubah dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

"Per 30 Oktober 2026, IHSG ditutup pada level 5.057,05 atau terkoreksi 16,7% month-to-date (mtd)," jelasnya.

Di sisi lain, OJK memastikan industri pengelolaan investasi tercatat stabil. Hal ini tercermin dari nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana yang mencapai Rp 640,05 triliun hingga 27 Oktober 2026. Angka tersebut tumbuh 0,46% mtd, ditopang oleh net subscription sebesar Rp 14,11 triliun mtd.

Kiki juga mengatakan minat penghimpunan dana oleh korporasi domestik masih tinggi. Hingga 28 Oktober 2026, nilai penghimpunan dana di pasar modal domestik mencapai Rp 202,04 triliun. Jumlah ini didominasi oleh penerbitan efek bersifat utang atau sukuk sebesar Rp 150,43 triliun.

Sementara itu, kinerja fundamental emiten domestik juga diklaim terjaga. Hal ini tercermin dari laporan keuangan tengah tahunan 2026, di mana 73,54% emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan laba.

"Basis investor juga terus tumbuh terlihat dari jumlah single investor identification atau SID yang terus meningkat dan telah mencapai 33,36 juta SID per 26 Oktober 2026 atau tumbuh 63,94% year to date," pungkasnya.

Secara keseluruhan, meskipun ada koreksi di akhir Oktober, data OJK menunjukkan adanya perbaikan bertahap di pasar modal Indonesia sepanjang kuartal III. Masuknya kembali dana asing menjadi pendorong utama penguatan IHSG, sementara minat korporasi untuk menghimpun dana dan jumlah investor ritel juga terus bertambah. Namun, pengumuman MSCI terkait perubahan status pasar modal menjadi faktor yang sempat menekan indeks saham.

IHSGpasar modalOJKdana asingreksa danaSIDMSCI

Komentar

Memuat komentar...