IHSG Merah, Jatuh ke Level 4.900
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan sore ini. Angkanya jatuh cukup dalam hingga menyentuh level 4.900.
Berdasarkan data RTI pada Selasa, 03 November 2026, IHSG ditutup di level 4.904,28. Itu berarti melemah 192,54 poin atau turun 3,78 persen. Sebelumnya, IHSG sempat dibuka di zona hijau pada level 5.126. Level tertinggi yang tercatat adalah 5.143, sementara level terendahnya mencapai 4.895.
Nilai transaksi indeks pada hari ini mencapai Rp 11,43 triliun. Total ada 24,72 miliar lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 1,38 juta kali. Dari jumlah transaksi tersebut, sebanyak 57 saham menguat, 624 saham melemah, dan 37 saham stagnan.
Pelemahan IHSG tidak hanya terjadi secara harian. Secara mingguan, IHSG juga melemah 6,87 persen. Kemudian secara bulanan tercatat melemah 20,81 persen. Sementara secara year to date, IHSG melemah 43,28 persen. Dan secara tahunan, IHSG minus 39,59 persen.
Hingga paruh pertama perdagangan hari ini, tercatat foreign buy sebesar Rp 1,61 triliun. Sementara foreign sell tercatat sebanyak Rp 2,44 triliun. Alhasil, indeks saham di sesi I mengalami net foreign sell sebesar Rp 831,55 miliar.
Berdasarkan data Stockbit, tiga besar net foreign sell pada sesi I hari ini didominasi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Rinciannya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 173,45 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp 95,77 miliar, dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) sebesar Rp 69,40 miliar.
Sementara itu, tiga besar net foreign buy juga didominasi oleh perusahaan plat merah. Rinciannya adalah PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) sebesar Rp 37,87 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp 27,88 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp 16,63 miliar.
Pelemahan IHSG yang cukup dalam ini menunjukkan tekanan di pasar saham. Dominasi BUMN dalam transaksi asing, baik di sisi jual maupun beli, menjadi catatan tersendiri. Artinya, pergerakan saham-saham milik negara sangat mempengaruhi arah indeks secara keseluruhan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Komisaris Krakatau Steel Mundur, Saham Melemah
Investor Asing Borong SBN Rp 28,79 Triliun di Q3 2026
Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS
IHSG Kuartal III Menguat 7,58%, Dana Asing Kembali Mengalir
OJK Awasi Bank MNC Gara-gara Nasabah Susah Transaksi
IHSG Anjlok 3,78%, OJK Sebut Efek 'Detoks' Pasar Modal
