Mantan Pramugari Sukses Jual Bagel New York di Malaysia
Gambar atau konten salah?
Seorang mantan pramugari Emirates bernama Claire Tan harus mencari jalan hidup baru setelah terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi COVID-19. Kini, ia sukses menjalankan bisnis bagel ala New York di Malaysia.
Selama lima tahun, Claire Tan menjalani kehidupan yang dinamis sebagai pramugari di maskapai Emirates. Semua berubah ketika maskapai tersebut melakukan PHK besar-besaran selama pandemi. Claire termasuk salah satu karyawan yang terdampak.
Saat harus tinggal di rumah, Claire kembali menekuni hobi lamanya: membuat roti. Ia belajar secara otodidak. Claire mulai bereksperimen membuat bagel gaya New York untuk keluarga dan teman-temannya di Kuala Lumpur, Malaysia, tempat tinggalnya.
Banyak orang di sekitarnya ragu. Mereka menilai bagel bukan makanan populer di Kuala Lumpur. Tapi Claire tidak gentar.
Ia memulai usahanya dari skala rumahan dengan kapasitas produksi terbatas. Hampir semua proses dikerjakan sendiri. Mulai dari mengaduk adonan, memanggang, hingga mengemas pesanan. Semua dilakukan dengan tangannya sendiri.
Permintaan terus meningkat. Bisnisnya berkembang pesat. Claire memberi nama usahanya Grumpy Bagels. Seiring bertambahnya pelanggan, Grumpy Bagels akhirnya membuka gerai fisik pertamanya.
Claire memilih bangunan-bangunan tua yang memiliki nilai sejarah. Ia merestorasi tempat-tempat itu tanpa menghilangkan karakter aslinya. Baginya, sebuah kedai bukan sekadar tempat membeli makanan. Lebih dari itu, kedai harus menjadi ruang yang memiliki cerita dan identitas.
Konsep ini menjadi daya tarik tersendiri. Pelanggan tidak hanya menikmati bagel dengan berbagai pilihan isian. Mereka juga bisa merasakan suasana bangunan bersejarah yang dipadukan dengan desain modern.
Ide tersebut berhasil membuat Grumpy Bagels semakin populer. Banyak orang penasaran dan ingin mencoba bagel buatan Claire.
Meski bisnisnya sukses, Claire mengaku perjalanannya tidak selalu mudah. Ia harus belajar banyak hal baru di luar dunia penerbangan. Mulai dari operasional dapur, pengelolaan bisnis, hingga memahami kebutuhan pasar. Semua dipelajari dari awal.
Claire mengatakan tidak menyesali keputusan untuk beralih profesi. Ia merasa cukup puas dengan kerja keras yang telah dilakukannya untuk bangkit setelah di-PHK.
Kisah Claire Tan menunjukkan bahwa perubahan karier yang tidak direncanakan bisa membawa hasil yang tidak terduga. Dari seorang pramugari yang kehilangan pekerjaan, ia kini menjadi pengusaha bagel yang sukses di negeri orang. Grumpy Bagels membuktikan bahwa makanan yang awalnya dianggap tidak populer bisa diterima pasar jika dijalankan dengan konsistensi dan konsep yang kuat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
