Nex Carlos Review Kantin Stanford, Porsi Raksasa Rp252 Ribu
Gambar atau konten salah?
Nex Carlos dan istrinya, Veve, baru-baru ini berbagi pengalaman saat mengunjungi Stanford University di Amerika Serikat. Mereka tidak hanya melihat-lihat kampus, tetapi juga menyempatkan diri untuk mengeksplorasi kantin universitas tersebut. Stanford University sendiri menduduki peringkat ke-2 dunia dalam QS World University Rankings 2026, tepat di bawah Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kampus ini berlokasi di California, Amerika Serikat.
Kesempatan langka ini dimanfaatkan oleh Nex Carlos untuk mereview kantin Stanford. Dalam video yang diunggah pada 09 Juli 2026, ia terlihat antusias. "Kapan lagi coy review kantinnya Stanford? Ini kantin udah kayak mall ya!" ujarnya. Ia menambahkan, "Karena isinya Subway, Starbucks, Panda Express."
Kantin Stanford University memang tampak mewah. Suasananya mirip food court di pusat perbelanjaan. Beberapa gerai restoran menarik perhatian Nex dan Veve. Salah satunya adalah Panda Express, restoran yang menyajikan nasi dengan masakan fusion China-Amerika.
Menu paling populer di Panda Express adalah orange chicken, yaitu ayam goreng tepung dengan saus jeruk manis pedas. Ada juga kung pao chicken, honey sesame chicken, Beijing beef, dan lainnya. Nex dan Veve memesan menu Bigger Plate. "Mari kita pesan ya, kalau bigger plate berarti bisa pilih salah satu mie atau nasi goreng plus tiga lauk gitu ya," ucap Nex.
Mereka terkejut saat melihat porsi makanan yang disajikan. "Gila! Dia naruhnya tuh udah kayak nggak kira-kira tuh," kata Nex. Porsi besar itu dibanderol seharga 14 USD, atau sekitar Rp 251.972. Isinya terdiri dari orange chicken, walnut shrimp, Beijing beef, serta dua jenis karbohidrat: mie goreng dan nasi goreng.
Nex dan Veve memutuskan untuk menikmati seporsi besar itu berdua. Porsinya terlalu besar untuk satu orang. Saat mencicipi, Veve mengatakan rasanya enak, tetapi tidak terlalu berbumbu. "Semuanya enak sih, cuma nasi gorengnya aja kurang medok, kurang asin ya, iya tapi masih enak dimakan sama lauknya," jelas Veve.
Kantin Stanford University terlihat sangat luas. Tampilannya mirip food court di mal. Pilihan makanannya pun beragam dan populer. Ada Subway, Starbucks, Wetzels Pretzels, dan lainnya. Nex Carlos mengaku senang bisa mereview kantin ini. "Kapan lagi coy review kantinnya Stanford? Ini kantin udah kayak mall ya!" ujarnya dalam video yang diunggah pada 09 Juli 2026.
Salah satu gerai yang menarik perhatian mereka adalah Panda Express. Gerai ini menyajikan nasi dengan masakan fusion China-Amerika. Menu paling populer di sini adalah orange chicken, yaitu ayam goreng tepung dengan saus jeruk manis pedas. Ada juga kung pao chicken, honey sesame chicken, Beijing beef, dan lainnya.
Nex dan Veve memesan satu porsi Bigger Plate seharga 14 USD, atau sekitar Rp 251.972. Mereka terperangah melihat porsinya yang sangat besar. "Gila! Dia naruhnya tuh udah kayak nggak kira-kira tuh," kata Nex. Mereka pun menikmati hidangan itu berdua.
Kantin Stanford University terlihat sangat luas. Tampilannya mirip food court di mal. Pilihan makanannya banyak yang populer, seperti Subway, Starbucks, Wetzels Pretzels, dan lainnya. Suasana kantin yang mewah dan mirip mal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Secara keseluruhan, pengalaman Nex dan Veve di kantin Stanford University menunjukkan bahwa fasilitas kampus kelas dunia tidak hanya soal akademik, tetapi juga kenyamanan dan variasi pilihan makanan bagi mahasiswanya. Kantin yang mirip mal dengan berbagai gerai terkenal menjadi salah satu contoh fasilitas pendukung yang disediakan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
