Air Disrupsi di Medan: Warga Tunggu Mobil Tangki 7.500 L
Gambar atau konten salah?
Pada tanggal 10 Juni 2026, warga Lingkungan III, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan terpaksa menunggu air bersih karena distribusi air terganggu akibat perbaikan pipa distribusi.
Di daerah tersebut, mobil tangki yang membawa bantuan air bersih berjejer di depan rumah warga. Mereka mengerubuti kendaraan tersebut, menunggu giliran menyalurkan air ke ember-ember kecil yang sudah mereka siapkan. Warga datang dengan menenteng ember untuk menampung air, menandakan betapa pentingnya kebutuhan tersebut bagi kehidupan sehari‑hari.
Desi, seorang warga setempat berusia 60 tahun, mengungkapkan kesulitan yang dialaminya selama beberapa hari terakhir. “Jadi, air kami sama sekali tidak ada, mati total. Walaupun menggunakan pompa, air tetap tidak bisa mengalir. Kami sampai harus mengantre seperti di desa‑desa, padahal ini Kota Medan. Tolong, Pak, carikan solusinya supaya besok air bisa kembali mengalir,” ujar Desi.
Ia menambahkan bahwa bantuan air yang diberikan masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga. “Bantuan air satu tangki tidak mencukupi, sangat kurang. Bantuan ini baru datang hari ini sore. Kesulitannya, kami tidak bisa mencuci, mandi, melakukan buang air besar, serta memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya,” katanya.
Desi juga menjelaskan bahwa pasokan bantuan air masih terbatas. “Jatah air yang kami dapat juga terbatas, baik untuk ember besar maupun kecil, karena semua warga harus kebagian. Bahkan, ada beberapa warga yang tidak mendapatkan air. Pasokannya hanya satu mobil tangki dan itu pun baru datang sekitar sore tadi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat setempat selalu membayar tagihan air dan listrik tepat waktu, namun pelayanan yang diterima belum sesuai dengan harapan. “Kami selalu membayar tagihan air tepat waktu. Jika kami tidak membayar, air langsung diputus. Kami tidak pernah menunggak pembayaran air maupun listrik,” ungkapnya.
Akibat kesulitan mendapatkan air bersih, warga terpaksa membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari‑hari. “Karena kesulitan air, kami sampai membeli hingga 10 galon air. Air merupakan sumber kehidupan yang sama pentingnya dengan listrik sehingga sangat dibutuhkan. Ditambah lagi, listrik sudah beberapa kali padam. Pemerintah harus bertanggung jawab karena ini wilayah kota,” tutur Desi.
Desi berharap pasokan air dapat kembali lancar dan tidak tersendat‑sendat. Ia juga berharap tidak ada lagi kendala pemadaman listrik.
Kepala Lingkungan III, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Ebenezer Simangunsong, membenarkan bahwa warga mengalami kesulitan mendapatkan air sejak malam hari akibat terganggunya distribusi. “Di sini warga kesulitan air sejak pukul 20.00 WIB. Kendalanya tentu terkait kebutuhan mandi, mencuci pakaian, mencuci piring, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Jika air mati, warga di kawasan ini sangat kesulitan,” kata Ebenezer.
Untuk membantu warga, pihak terkait telah menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki. “Untuk pembagian air, tadi disalurkan satu tangki berkapasitas sekitar 7.500 liter. Air tersebut didatangkan dari Perumda Tirtanadi. Harapan kami, distribusi air dapat segera pulih sehingga warga kembali dapat menggunakan air untuk memenuhi kebutuhan sehari‑hari secara optimal,” ujarnya.
Situasi ini menyoroti betapa pentingnya infrastruktur distribusi air bagi kehidupan warga kota. Ketergantungan pada mobil tangki dan bantuan darurat menunjukkan kelemahan sistem distribusi yang sedang diperbaiki. Warga yang sudah membayar tagihan tepat waktu masih harus menunggu pasokan yang belum memadai, sementara beberapa bahkan harus membeli air galon. Keterbatasan pasokan air bersih dan pemadaman listrik yang sering terjadi menambah beban hidup warga. Perbaikan pipa distribusi dan penyediaan pasokan yang cukup menjadi prioritas agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi tanpa harus menunggu bantuan darurat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PKB Tetapkan 22 Ketua DPC di Sumatera Utara 2026‑2031
Tradisi Menerbeb Sumatra Utara: Upacara Penghormatan Anak
Tanda Serangan Rayap pada Pintu Kayu dan Cara Mengatasinya
WhatsApp Perkenalkan Fitur Tautkan Perangkat Ganda
BPJS Kesehatan Buka Pendaftaran PATT 2026, 10-23 Juni
Meninggal Sapardi Djoko Damono, Penulis 'Hujan Bulan Juni'
Berita Terbaru
Volkswagen Kritik Larangan ICE, Sarankan Pilihan Konsumen
Manchester United Jual Onana Tanpa Tawaran Gaji Tinggi
Harga Pertamax Naik, Purbaya: Beberapa Konsumen Pindah
Kemacetan Meningkat di Kelurahan Kapal Mengwi Saat Galungan
BMKG Prediksi Puncak Kemarau Agustus 2026 di 48,8% Wilayah
Kemenkes Luncurkan Cek Hati Gratis untuk Deteksi Fatty Liver
Mbappe Tanpa Gol di Persiapan Piala Dunia 2026, Top Skor LaLiga
UIN Sunan Kalijaga Buka Jalur Mandiri 202 Mar–19 Jun
