Apam Balik Kuhot: Gratis bagi Pelanggan Tahu Ayat Al‑Qur’an
Gambar atau konten salah?
Gerai Apam Balik Kuhot yang terletak di Bazar Ramadan Presint 3, Putrajaya, Malaysia tiba-tiba menjadi sorotan karena cara uniknya mempromosikan kue. Setiap pelanggan yang dapat menyambung ayat Al‑Qur’an yang diucapkan penjual akan mendapatkan apam balik gratis.
Konsep ini sederhana namun menarik. Penjual menyiapkan sebuah ayat, lalu meminta pengunjung melanjutkannya. Jika berhasil, pelanggan berhak memakan apam balik tanpa biaya. Ide ini langsung memancing rasa penasaran dan mengundang banyak orang untuk mencoba tantangan.
Seorang pengunjung bernama Amira mengungkapkan pengalaman ketika datang bersama suaminya. Ia tertarik setelah melihat papan bertuliskan “sambung ayat Al‑Qur’an, gratis apam balik”. “Alhamdulillah, rezeki. Kami dapat apam balik gratis sore itu,” ujar suaminya setelah berhasil melanjutkan ayat. “Baik sekali penjualnya, kami bahkan dipersilakan pilih rasa apa saja, termasuk yang premium.”
Apam balik sendiri merupakan jajanan khas Malaysia yang mirip dengan martabak manis di Indonesia. Teksturnya lembut, isian beragam seperti jagung, kacang, cokelat, hingga keju, dan biasanya dilipat setengah sebelum disajikan. Kelezatan sederhana ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat.
Penjual tidak hanya mengajak dewasa, tetapi juga sering memanggil anak-anak tahfiz yang lewat. “Penjualnya baik banget. Mereka juga ngajak anak-anak tahfiz yang lewat untuk ikut sambung ayat. Sedekah dengan cara mereka,” kata Amira, menegaskan bahwa gerai ini menyalurkan kebaikan lewat cara yang menyenangkan.
Aksi ini menuai banyak pujian di media sosial. Seorang netizen menulis, “Bagus banget, jualan sambil berbagi,” sementara yang lain menambahkan, “Semoga rezekinya makin lancar dan dagangannya selalu laris.”
Tak sedikit pelanggan yang mengaku pernah merasakan kebaikan serupa tahun sebelumnya, sehingga Apam Balik Kuhot semakin dikenal sebagai pedagang yang dermawan sekaligus kreatif dalam berdakwah. Gerai ini tidak hanya menawarkan kue lezat, tetapi juga mengingatkan pentingnya berbagi dan mendekatkan diri pada Al‑Qur’an.
Dengan cara sederhana, gerai ini berhasil menggabungkan rasa, tradisi, dan nilai sosial, menjadikannya contoh positif bagi masyarakat yang ingin menikmati takjil sambil menambah pahala. (dikutip dari The Rakyat Post, 17 Maret 2023)
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Hari Sushi Internasional: Asalnya Asia Tenggara, Bukan Jepang
Adem Ayem Solo: Warung Legendaris Tetap Menyapa Hujan Malam
Dot Cake Viral: Antrian Panjang di Butterfield Market
The Trans Resort Bali Hadirkan Restoran Michelin Berbintang
Berbagai Restoran Ampera Raya Jadi Destinasi Kuliner
Resep Ayam Goreng Mentega, Lengkuas, & Asam Manis Populer
Berita Terbaru
Banjir Boalemo 486 Jiwa Terganggu, Polsek & SMK Terdampak
Hari Sushi Internasional: Asalnya Asia Tenggara, Bukan Jepang
Saka Tidak Jadi Starter Inggris, Tuchel Bertindak Cermat
Titik Nol Singaraja: Penataan Harmonis Purusa‑Pradana
Kabar Salah: ODGJ Bandung Tidak Paling Banyak, Data Bogor
Semeru Letus: Awan Panas 4,5 km Tanpa Dampak Warga
WhatsApp Plus Tersedia di Indonesia, Berlangganan Rp13.900
Gempa Darat Lebih Merusak, Pakar Jelaskan Penyebabnya
PLN Atasi Pemadaman: Kendala Dua Pembangkit, Beban Sementara
