283.000 Porsi Stroberi Ludes di Wimbledon
Gambar atau konten salah?
Wimbledon bukan cuma soal tenis kelas dunia. Ada satu hal lain yang juga jadi sorotan: kulinernya. Selama 14 hari turnamen berlangsung, ratusan ribu porsi makanan habis disantap para penonton.
All England Club berubah jadi pusat jajanan. Dari makanan khas Inggris seperti fish and chips hingga pizza, semuanya laris. Bahkan stroberi yang jadi ikon Wimbledon ikut kebagian sorotan.
Menurut catatan panitia yang dikutip dari Times of India pada 13 Juli 2026, sekitar 18.500 porsi fish and chips terjual selama turnamen. Makanan ini jadi favorit karena praktis dan cocok dimakan sambil nonton pertandingan.
Tapi bukan cuma itu. Pizza panggang batu atau stone-baked pizza juga laris manis. Sebanyak 27.000 pizza habis terjual. Pizza ini dipanggang pakai oven batu, hasilnya renyah di luar tapi tetap empuk di dalam.
Banyak penonton juga memilih makanan yang lebih simpel. Sandwich dan scone jadi andalan. Sandwich terjual hingga 105.000 porsi, sementara scone mencapai 83.000 porsi. Sandwich gampang dibawa dan dimakan kapan saja. Scone sendiri sudah jadi tradisi minum teh khas Inggris yang melekat erat dengan Wimbledon.
Yang paling ikonik? Stroberi dengan krim. Sepanjang turnamen tahun ini, panitia menyajikan sekitar 283.000 porsi stroberi. Stroberi ini dipadukan dengan lebih dari 17.300 liter krim segar. Semua stroberi berasal dari pemasok lokal, jadi kualitas dan kesegarannya terjaga selama 14 hari penuh.
Minuman juga tak kalah banyak. Catatan panitia menunjukkan angka-angka yang mencengangkan:
- 24.500 botol Champagne
- 345.000 gelas Pimm's
- 167.000 pint bir dan lager
- 232.500 cangkir teh serta kopi
- 161.000 botol air mineral
- 35.000 liter susu
Semua makanan dan minuman ini habis dikonsumsi pengunjung selama turnamen berlangsung. Angka-angka itu menunjukkan betapa besarnya antusiasme penonton Wimbledon. Bukan cuma tenis yang bikin ramai, kulinernya juga ikut jadi daya tarik tersendiri.
Dari catatan konsumsi ini, terlihat bahwa Wimbledon bukan sekadar ajang olahraga. Ini juga peristiwa budaya dan sosial yang melibatkan banyak orang dalam skala besar. Makanan dan minuman jadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman menonton tenis di All England Club.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
