Polisi Temukan Istri Pelaku Curanmor Dua Hari Tak Makan

Nita W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Polisi Temukan Istri Pelaku Curanmor Dua Hari Tak Makan

Gambar atau konten salah?

Seorang pria bernama Arif (26) ditangkap polisi karena mencuri kendaraan bermotor di Kendari, Sulawesi Tenggara. Namun saat menyelidiki kasus ini, polisi menemukan sesuatu yang tidak terduga. Istri dan anak pelaku ternyata sudah dua hari tidak makan. Mereka kelaparan.

Kejadian ini bermula ketika tim dari Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari mendatangi rumah kontrakan istri pelaku. Lokasinya di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kendari. Mereka datang pada Selasa dini hari, 7 Juli 2026, untuk mengembangkan penyidikan kasus pencurian motor. Tapi begitu sampai di sana, suasana yang mereka lihat membuat hati personel polisi tersentuh.

"Awalnya kami ke sana untuk pengembangan kasus curanmor. Tetapi setelah melihat langsung kondisi keluarganya, kami berinisiatif membantu semampu kami," kata Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau kepada wartawan pada Senin, 13 Juli 2026.

Di dalam rumah kontrakan itu, polisi melihat istri pelaku tinggal sendirian bersama anaknya yang masih kecil. Anak itu diketahui memiliki autisme. Saat itu, anak tersebut sedang demam tinggi dan butuh penanganan medis segera.

"Anak ibu ini juga autis, harus mengonsumsi obat. Saat kami cek ternyata sedang demam tinggi. Kami membelikan obat-obatan, makanan, dan kebutuhan lainnya," jelas Welliwanto.

Menurut penjelasan polisi, sejak suaminya ditangkap, wanita itu menjalani hidup dengan kondisi yang sangat terbatas. Ia tidak punya telepon genggam. Ia juga tidak memiliki keluarga di Kendari. Isi dapur rumah kontrakannya kosong. Tidak ada satu pun bahan makanan yang tersisa.

"Bahkan untuk minum saja, ibu dan anaknya memasak air keran yang ada di perumahan itu. Dua hari tidak makan layak," ungkap Welliwanto.

Melihat kondisi seperti itu, polisi kemudian bergerak. Mereka membelikan berbagai kebutuhan pokok. Beras, telur, air mineral, popok, makanan siap saji, hingga obat-obatan. Semua dibelikan dari uang mereka sendiri. Polisi juga membantu biaya pemulangan ibu dan anak itu ke Baubau. Tujuannya agar mereka bisa kembali berkumpul bersama keluarga besar di sana.

"Itu spontanitas saja karena nilai kemanusiaan. Kami kasihan dengan kondisi istri pelaku ini. Setelah kami cek ternyata benar, tidak ada bahan makanan di dalam rumah," kata Welliwanto.

Untuk kasus pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan Arif, polisi masih terus mengembangkan penyidikan. Sementara itu, istri dan anak pelaku sudah mendapat bantuan. Welliwanto berharap bantuan ini bisa meringankan beban mereka.

Kasus ini menunjukkan bahwa di balik proses hukum, kadang ada sisi kemanusiaan yang tidak terduga. Polisi tidak hanya mengejar pelaku kejahatan, tetapi juga melihat kondisi keluarganya yang membutuhkan uluran tangan. Bantuan yang diberikan mungkin tidak besar, tapi setidaknya bisa membuat seorang ibu dan anaknya yang autis tidak lagi memasak air keran untuk diminum.

pencurian motorkelaparanautismebantuan polisikemanusiaanKendariistri pelaku

Komentar

Memuat komentar...