Arief Ditemukan Selamat setelah Hilang 2 Hari Gunung Puntang

Rudi H. · 3 min baca · 23 hari lalu · 42 dibaca
Bisik.id
Arief Ditemukan Selamat setelah Hilang 2 Hari Gunung Puntang

Gambar atau konten salah?

Arief Wibisono, mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan ITB angkatan 2024, berusia 25 tahun, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat pada 11 Mei 2026 setelah hilang selama dua hari di kawasan Gunung Puntang, Kabupaten Bandung.

"Alhamdullilah terimakasih team SAR gabungan korban hilang di Gunung puntang sudah di ketemukan dgn selamatketemukan selamat," tulis pemilik akun Instagram @darmanto_wanadri_96.

Informasi tersebut kemudian dibenarkan oleh pihak ITB. Humas ITB, Lala Arief, mengonfirmasi bahwa Arief ditemukan oleh warga di kawasan Leuweung Malang setelah hilang sejak 9 Mei 2026.

"Alhamdulilah, Arief sudah ditemukan dengan selamat. Ditemukan di Leuweung Malang, ditemukan oleh warga," kata Lala.

Kapolsek Pameungpeuk, Kompol Asep Dedi, menambahkan bahwa Arief ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami luka-luka setelah tersesat dan terjatuh ke jurang saat turun dari puncak.

"Alhamdulillah sudah ketemu dalam kondisi sehat (selamat)," ujar Asep.

Perjalanan Arief di Gunung Puntang penuh drama. Menurut penuturan polisi, kejadian bermula saat rombongan mahasiswa itu turun menuju base camp Pasirkuda. Namun di tengah perjalanan, Arief berjalan lebih cepat dan meninggalkan dua rekannya.

Menurut Asep, saat pulang dari puncak, Arief berjalan cepat dan salah arah. Ia seharusnya menuju Pasirkuda, namun malah menuju base camp PGPI (Persatuan Gunung Puntang Indonesia) yang berada di Banjaran.

Saat berjalan sendirian, Arief diduga terpeleset dan masuk ke jurang sedalam sekitar 6‑7 meter. Asep menyatakan bahwa korban mengalami luka lecet pada sekitar jam 16.00 hari 9 Mei 2026.

Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Nita Yuanita, menjelaskan bahwa Arief sempat terperosok ke jurang dan tak bisa kembali naik ke jalur pendakian. Ia kemudian membuka jalur menyusuri sungai.

"Jadi dia jatuh, terperosok ke jurang 6‑7 meter, lalu tidak bisa naik ke atas ke jalur, jadi membuka jalur menyusuri sungai," tutur Nita.

Dalam kondisi terluka dan sendirian, Arief terpaksa bertahan hidup di dasar jurang. Ia bermalam di lokasi jatuhnya sebelum mulai menyusuri aliran sungai keesokan harinya.

Menurut Asep, korban bermalam di tempat jatuh dan pada hari 10 Mei 2026 jam 06.00 WIB. Korban langsung menyusuri sungai (karena jatuh hampir dekat sungai) hingga jam 18.00 WIB.

Perjalanan itu belum berakhir. Arief kembali bermalam di pinggir sungai sebelum melanjutkan pencarian jalan keluar pada Senin pagi.

Pada hari Minggunya, korban jalan lagi dan jam 09.30 WIB bertemu petani kopi di daerah Jadipa Banjaran, Desa Mekarjaya. Petani tersebut kemudian memberi tahu petugas pencarian korban.

Pertemuan dengan petani kopi menjadi titik terang pencarian. Tim gabungan kemudian bergerak melakukan evakuasi dan membawa Arief ke RSUD Bedas Arjasari untuk mendapatkan penanganan medis.

Nita mengatakan, kondisi Arief saat ditemukan masih sadar meski tubuhnya dipenuhi luka gores dan memar akibat terjatuh di medan terjal.

Update terakhir, barusan Arief sudah diserahterimakan kepada keluarga, pihak FTSL, Prodi, dan IATL mendampingi sampai selesai. Kami masih di rumah sakit (RSUD) Bedas Arjasari bersama Arief dan keluarga," kata Nita.

Kondisi Arief, mengalami luka di sekujur tubuh (goresan), dan ada memar di tubuh. Saat ini posisi menunggu hasil rontgen," lanjutnya.

Meski harus melewati dua malam penuh ketidakpastian di tengah hutan Gunung Puntang, Arief dipastikan selamat dan kini telah kembali bersama keluarganya. "Alhamdulillah masih diberi keselamatan," pungkas Nita.

Keberhasilan pencarian ini menegaskan pentingnya kerja sama antara tim SAR, warga setempat, dan petani kopi dalam menghadapi situasi darurat di daerah pegunungan. Keterlibatan warga dan petani menjadi kunci dalam menemukan korban yang terluka namun masih sadar, sekaligus memperlihatkan kesiapan fasilitas medis di RSUD Bedas Arjasari dalam menangani korban pendakian.

Arief WibisonoGunung PuntangTim SARRSUD Bedas ArjasariBase Camp PasirkudaPetani KopiJurang 6‑7 meter

Komentar

Memuat komentar...