SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Gambar atau konten salah?
Di sebuah perkampungan tenang di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, ada satu sekolah dasar yang muridnya hanya 32 orang. Namanya SD Negeri 2 Salakaria. Jumlah itu untuk semua tingkatan, dari kelas 1 sampai kelas 6. Delapan guru mengajar di sana.
Sekolah ini letaknya sekitar 40 menit dari pusat kota Ciamis. Dikelilingi perkebunan. Jauh dari keramaian pemukiman. Tapi jangan salah—mereka punya fasilitas yang cukup modern. Ada sambungan internet. Juga ada layar Interactive Flat Panel (IFP) untuk belajar.
Masalahnya, ruang kelas terbatas. Perpustakaan yang ada kadang dipakai jadi ruang belajar. Tapi semangat membaca anak-anak tidak pernah padam.
Setiap Kamis dan Sabtu, siswa diwajibkan membaca buku di perpustakaan. Itu sudah jadi rutinitas. "Anak-anak harus membaca buku di perpustakaan dua hari dalam seminggu. Setiap pagi-pagi juga anak dibiasakan membaca," kata Maya Nurhidayah, salah satu guru di SDN 2 Salakaria, pada Kamis, 16 Juli 2026.
Di dalam perpustakaan itu, ada satu papan tulis dan beberapa bangku belajar. Saat dikunjungi, terlihat lima siswa kelas 2 sedang asyik membaca buku cerita sejarah. Mereka bilang sudah lancar membaca. Padahal baru duduk di kelas 2.
Maya bilang, minat baca anak-anak terus bertumbuh. Koleksi buku di perpustakaan disebutnya cukup lengkap. "Alhamdulillah, buku bacaan di perpustakaan cukup lengkap untuk anak-anak," ujarnya.
Selain buku cetak, mereka pakai IFP untuk belajar. Layar besar seperti televisi itu dipakai bergantian oleh siswa. "Kalau Chromebook memang belum ada. Yang kami gunakan sekarang IFP, layarnya besar seperti televisi dan dipakai bergantian oleh siswa," kata Maya.
Menurutnya, IFP bikin suasana belajar lebih menarik. Siswa jadi lebih aktif dan kreatif. Letak sekolah yang jauh dari kota, kata Maya, bukan halangan. "Walaupun sekolah kami di pelosok, anak-anak tetap punya kesempatan belajar dan menambah wawasan seperti sekolah lainnya," ucapnya.
Kepala SDN 2 Salakaria, Deni Purnama, juga bicara soal kemampuan membaca. Menurutnya, semua siswa kelas 2 sekarang sudah lancar membaca. "Alhamdulillah, sekarang semuanya sudah lancar membaca," kata Deni.
Perpustakaan sekolah dirawat rutin setiap pekan. Buku-buku dibersihkan. Tapi soal Chromebook, mereka belum dapat bantuan. Salah satu syaratnya, jumlah siswa minimal 50 orang. SDN 2 Salakaria cuma punya 32 siswa.
Jadi, meski kecil dan jauh dari pusat kota, sekolah ini tetap berjalan. Anak-anak tetap belajar. Membaca. Menggunakan teknologi yang ada. Tidak ada yang merasa tertinggal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Atap Sekolah Ambruk, Murid Belajar di Bawah Ancaman
Berita Terbaru
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Dua Wakil Indonesia Tersingkir di 16 Besar Japan Open
Unair Buka Jalur Mandiri Non Tes Tulis 2026
Prabowo Resmikan Proyek Gas Masela Rp390 Triliun
AMMN Bantah Rencana Listing di Bursa Hong Kong
Hong Kong Jadi Investor Terbesar RI di Kuartal II 2026