Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha

Sigit W. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha

Gambar atau konten salah?

Kepanikan melanda warga di Jalan Ciptomangunkusumo, Kelurahan Ciamis, pada Kamis siang, 16 Juli 2026. Asap hitam pekat tiba-tiba membubung dari sebuah bangunan rumah di kawasan permukiman padat penduduk. Warga sekitar yang melihat langsung berlarian menuju lokasi dan berusaha membantu mengevakuasi barang-barang yang bisa diselamatkan.

Penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Namun, dugaan sementara menyebutkan api bermula dari kompor yang digunakan untuk memasak di bagian belakang rumah. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan menjalar ke sejumlah ruangan di bangunan tersebut.

"Saya melihat dari Stadion Galuh asap hitam membubung tinggi. Saya langsung ke lokasi, membantu pemilik bengkel mengeluarkan barang-barang yang bisa diselamatkan," kata Wawan, warga setempat.

Sementara itu, pegawai Kelurahan Ciamis, Ani Radiany, mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya dari anggota pemilik rumah, api pertama kali muncul dari area dapur. Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.

"Informasinya diduga dari kompor di belakang rumah. Saat anak pemilik rumah datang, api sudah membesar. Dia langsung menyelamatkan ibunya yang sudah lanjut usia keluar dari rumah sebelum api semakin besar," ujar Ani di lokasi kejadian.

Bangunan yang terbakar ternyata tidak hanya digunakan sebagai rumah tinggal. Di dalamnya juga terdapat sejumlah tempat usaha, mulai dari kantor jasa pengiriman, tempat senam, pusat kebugaran (gym), studio foto, penatu (laundry), hingga bengkel.

Tak lama setelah api terlihat, mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan api setelah menerima laporan dari warga. Sekitar 10 unit armada diterjunkan. Rinciannya, 5 unit Damkar termasuk water tank Kodim Ciamis, dan 5 mobil tangki penyuplai air dari BPBD, Damkar, dan DPRKPLH Ciamis.

Petugas bahu-membahu melakukan pemadaman sekaligus berupaya mencegah api merembet ke bangunan lain yang berdempetan di kawasan tersebut. Kepulan asap hitam terlihat membumbung tinggi dan menjadi perhatian warga. Hingga pukul 13.16 WIB, petugas masih melakukan proses pemadaman dan pendinginan di lokasi. Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dua peristiwa kebakaran terjadi di Ciamis dalam sehari pada Rabu, 15 Juli 2026. Kebakaran pertama menghanguskan sebagian kamar rumah di Kelurahan Sindangrasa, sedangkan kebakaran kedua meludeskan sebuah rumah produksi kopra di Desa Pawindan. Dalam kejadian tersebut, satu orang mengalami luka saat berusaha memadamkan api.

Kepala Bidang Damkar Dinas Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, membenarkan dua kebakaran terjadi pada Rabu sore. Dua kejadian kebakaran tersebut berhasil ditangani sehingga api tidak merembet ke bangunan lain.

"Ya benar, kami menangani dua kejadian kebakaran di wilayah Kecamatan Ciamis. Berkat respons cepat petugas dan bantuan warga, api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas," ujar Budi pada Kamis, 16 Juli 2026.

Kebakaran pertama terjadi di sebuah rumah milik Ade Dira di Lingkungan Yudanagara, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis. Peristiwa itu diduga bermula sekitar pukul 14.30 WIB saat pemilik rumah sedang membongkar kapuk di dalam kamar. Pada saat bersamaan, seorang pekerja diketahui sedang merokok. Bara api dari puntung rokok diduga jatuh ke tumpukan kapuk hingga memicu kebakaran.

Melihat api mulai membesar, warga sekitar segera menghubungi UPTD Damkar Ciamis. Petugas menerima laporan pukul 15.28 WIB dan tiba di lokasi hanya tiga menit kemudian. Sebanyak empat personel dengan satu unit mobil pemadam langsung melakukan pemadaman dan pendinginan. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.55 WIB.

"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, sebagian kamar berukuran sekitar 2x3 meter hangus terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta," ungkapnya.

Beberapa jam kemudian, kebakaran kembali terjadi di Dusun Bunirasa, Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis. Api melalap sebuah rumah semi permanen yang digunakan sebagai tempat produksi kopra. Budi menjelaskan, kebakaran diduga berasal dari tungku atau tempat pemanasan (tapas) yang digunakan dalam proses produksi kopra.

Peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIB saat Wahidin, pengguna bangunan, sedang melakukan aktivitas produksi seperti biasa. Sekitar pukul 16.30 WIB, ia keluar dari bangunan. Tak lama kemudian, ia melihat kepulan asap tebal dari dalam bangunan. Saat kembali masuk, api diketahui sudah membakar tumpukan kopra. Wahidin bersama warga sempat berupaya memadamkan api secara mandiri sebelum akhirnya menghubungi Damkar.

"Kami menerima laporan pukul 16.30 WIB dan tiba di lokasi lima menit kemudian dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam serta delapan personel. Setelah melakukan pemadaman dan pendinginan, api berhasil dipastikan padam sekitar pukul 17.40 WIB," ucapnya.

Akibat kejadian itu, seluruh bangunan berukuran 5x7 meter terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta. "Satu warga bernama Ii Ibadi Rohman mengalami luka robek di bagian tangan setelah terkena pecahan kaca saat membantu memadamkan api sebelum petugas tiba di lokasi," katanya.

Budi menambahkan, pihaknya mengapresiasi respons cepat masyarakat yang segera melaporkan kejadian sehingga petugas dapat segera melakukan penanganan. "Kami mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan dan lebih berhati-hati saat menggunakan api di rumah maupun tempat usaha. Langkah sederhana seperti memastikan api benar-benar padam bisa mencegah kerugian yang lebih besar," pungkasnya.

Dalam rentang dua hari, Ciamis mengalami tiga kebakaran. Satu di antaranya melibatkan bangunan dengan banyak usaha, sementara dua lainnya terjadi di rumah dan tempat produksi. Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian materi mencapai lebih dari Rp155 juta. Respons cepat warga dan petugas menjadi faktor utama agar api tidak meluas ke bangunan lain.

kebakaranCiamisasap hitamkomporpemadam kebakarankerugian materialevakuasi

Komentar

Memuat komentar...