Arkeolog Temukan Alexandria Tigris: Pelabuhan Kuno Besar

Lina F. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Arkeolog Temukan Alexandria Tigris: Pelabuhan Kuno Besar

Gambar atau konten salah?

Penemuan kota pelabuhan kuno Alexandria on the Tigris, yang didirikan lebih dari dua ribu tahun lalu oleh Alexander the Great, kini terkonfirmasi oleh para arkeolog. Kota ini terletak di wilayah selatan Irak, tepatnya di situs Jebel Khayyaber.

Sebelumnya, kota yang hilang ini menjadi misteri bagi para peneliti. Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa situs tersebut merupakan pelabuhan penting yang menghubungkan jalur perdagangan antara Mesopotamia, India, dan kawasan Mediterania. “Para peneliti telah mengidentifikasi kota Alexandria on the Tigris yang telah lama hilang,” tulis laporan tersebut seperti dikutip dari Earth.com.

Alexandria diyakini berdiri sekitar abad ke-4 SM sebagai pusat perdagangan strategis. Penemuan ini didukung teknologi modern, mulai dari drone, pemetaan geofisika, hingga analisis citra satelit. Stefan Hauser dari Konstanz University, Jerman, menilai bukti geofisika tersebut “benar-benar luar biasa, dan pelestarian bangunannya sangat baik,” ujarnya. Ia menjelaskan, “struktur kota masih terdeteksi jelas di bawah permukaan tanah.”

Hasil penelitian menunjukkan kota ini berukuran sangat besar untuk standar zaman kuno. Tata kota mencakup tembok, jalan berbentuk grid, kawasan permukiman, serta pelabuhan dan kanal. “Ukuran blok kota ini luar biasa… bahkan melampaui kota-kota besar pada masanya,” kata Hauser.

Temuan ini menegaskan bahwa Alexandria merupakan pusat urban yang maju. Pada masa kejayaannya, kota ini menjadi simpul penting dalam jaringan perdagangan global kuno. Berbagai komoditas seperti rempah, tekstil, dan logam diperdagangkan melalui kota ini, menghubungkan wilayah Timur dan Barat. Letaknya di pertemuan jalur sungai dan laut membuatnya sangat strategis.

Namun, kejayaan tersebut tidak bertahan lama. Perubahan aliran Sungai Tigris membuat pelabuhan kehilangan akses utama. Dampaknya, aktivitas ekonomi menurun dan kota perlahan ditinggalkan. Penemuan ini dinilai penting karena membantu mengisi kekosongan sejarah di kawasan Mesopotamia, khususnya pada periode yang minim catatan tertulis.

Para ilmuwan berharap penelitian lanjutan dapat mengungkap lebih banyak tentang kehidupan di kota tersebut. Minimnya gangguan pembangunan modern menjadikan situs ini peluang langka untuk merekonstruksi tata kota kuno secara utuh. Meski telah teridentifikasi, banyak aspek masih belum terungkap, termasuk kehidupan sosial dan politik masyarakatnya. Penelitian lanjutan diharapkan dapat membuka lebih banyak fakta dari salah satu kota penting dalam sejarah dunia kuno.

Penemuan ini menambah pemahaman tentang jaringan perdagangan kuno dan peran kota Alexandria on the Tigris sebagai titik temu budaya dan ekonomi di wilayah Mesopotamia. Dengan teknologi geofisika dan analisis citra satelit, para peneliti kini dapat menelusuri struktur kota yang tersembunyi di bawah tanah, memberikan gambaran lebih jelas tentang kehidupan dan aktivitas ekonomi di masa lampau.

Alexandria on the TigrisJebel KhayyaberMesopotamiaperdagangan global kunogeofisikadronekota pelabuhan

Komentar

Memuat komentar...