ASN Bangkalan Pakai Sepeda, Bantu Hemat BBM di Era Geopolitik
Gambar atau konten salah?
ASN di Pemkab Bangkalan kini diminta berangkat kerja dengan sepeda angin atau sepeda ontel. Langkah ini diambil sebagai upaya penghematan energi di tengah ketidakpastian global.
Pemerintah daerah menanggapi potensi kenaikan harga minyak dunia yang dipicu konflik geopolitik. Selat Hormuz menjadi titik fokus karena pembatasan di sana dapat mengganggu pasokan minyak dan memicu lonjakan harga bahan bakar.
“Kebijakan ini kami ambil sebagai langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik yang sedang terjadi,” kata Wakil Bupati Bangkalan Faudzan Jakfar, Kamis 26 Maret 2026.
Sebagai tindak lanjut, ASN di lingkungan Pemkab Bangkalan akan dilarang menggunakan kendaraan bermotor pada hari kerja tertentu. Kebijakan ini akan disahkan lewat Surat Edaran Bupati yang ditujukan ke seluruh instansi.
“Kami ingin berkontribusi dalam penghematan energi, hari pertama masuk kemarin (Rabu) telah kami instruksikan kepada para ASN untuk menggunakan sepeda pancal (angin),” ujarnya.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah menekan konsumsi BBM di tengah ketidakpastian global. Selain menghemat energi, penggunaan sepeda juga diharapkan menekan polusi udara yang dihasilkan emisi kendaraan bermotor.
“Setidaknya dengan kebijakan itu, ASN di Bangkalan dapat menerapkan pola hidup Sehat dan lebih bugar,” tandasnya.
Langkah ini menjadi bagian adaptasi pemerintah daerah terhadap dinamika global sekaligus mendorong perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan di kalangan ASN. (irb/hil)
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
