Atap SD Ambruk, Belajar di Musala

Sinta R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Atap SD Ambruk, Belajar di Musala

Gambar atau konten salah?

Atap dua ruangan di SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, ambruk sejak awal tahun ini. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar untuk sementara dipindahkan ke musala.

Kepala SD Negeri Tanggirejo, Juwariyah, menjelaskan penyebab ambruknya atap tersebut. "Penyangga atap dimakan rayap, kalau didengarkan bunyinya 'krekes krekes krekes' seperti itu," ujarnya saat dihubungi pada Selasa, 14 Juli 2026.

Ruangan pertama yang mengalami ambruk adalah ruang guru dan kepala sekolah. Peristiwa itu terjadi pada Januari lalu. "Alhamdulillah kejadiannya malam hari, paling selatan ruang guru itu ambruk Januari tahun ini. Sudah tidak bisa digunakan," kata Juwariyah.

Ruangan kedua yang bernasib sama adalah ruang kelas enam. Atap ruang kelas tersebut ambruk pada April lalu. "Ruang kelas enam, baru saja ambruknya, sekitar bulan April," ucap Juwariyah.

Karena dua ruangan tidak bisa dipakai, Juwariyah terpaksa memindahkan aktivitas belajar mengajar siswa ke musala. Sementara itu, guru dan kepala sekolah berkantor di ruangan perpustakaan. "Kelas enam saya sendirikan, kelas lima saya taruh di musala. Terus ruang guru saya tempatkan di perpustakaan," tutur Juwariyah.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Purnyomo, mengatakan pihaknya sudah menerima informasi awal tentang kondisi SD Tanggirejo. Rencananya, pihaknya akan meninjau lokasi besok. "Korwil kemarin sudah mendatangi sekolah untuk cek keadaan bangunan tersebut, kemudian menyampaikan informasi perihal kondisi sekolah ke dinas melalui Kabid Pembinaan SD," kata Purnyomo. "Agar informasi lebih lengkap dan valid, besok Kabid Pembinaan SD akan melakukan cek lapangan secara langsung ke SDN Tanggirejo," tambahnya.

Menurut Purnyomo, pihaknya sebenarnya sudah mengajukan perbaikan kerusakan bangunan di SDN Tanggirejo lewat APBN. Namun sebelum terealisasi, atap dua ruangan justru sudah ambruk terlebih dahulu. "Sebelum peristiwa ini terjadi, sebenarnya sudah kami usulkan penanganan kerusakan bangunan ke Pemerintah Pusat melalui program revitalisasi sekolah dengan sumber dana APBN. Sayangnya, sebelum usulan tersebut membuahkan hasil, sudah didahului dengan terjadinya peristiwa ini," ujar Purnyomo.

Sembari menunggu realisasi revitalisasi dari pusat, Purnyomo menyebut pihaknya akan mengusulkan penanganan kerusakan tersebut dalam APBD perubahan. "Langkah yang bisa kami tempuh sementara adalah mengusulkan ke TAPD agar mendapat prioritas penanganan di perubahan APBD nanti. Sekaligus tentu saja menunggu terealisasinya pengusulan di program revitalisasi sekolah," jelas Purnyomo.

"Semoga salah satu dari ikhtiar dan usulan ini akan membuahkan hasil, yaitu tertanganinya kerusakan bangunan gedung di SDN Tanggirejo, sehingga dapat menunjang proses pembelajaran bagi murid dengan suasana aman, nyaman dan menyenangkan," pungkasnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa proses pengajuan perbaikan melalui anggaran pemerintah pusat maupun daerah membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sementara itu, siswa dan guru harus beradaptasi dengan ruang belajar darurat yang mungkin tidak sepenuhnya mendukung kegiatan belajar mengajar secara optimal.

atap ambrukrayapSD Negeri Tanggirejobelajar mengajarmusalarevitalisasi sekolah

Komentar

Memuat komentar...