B50 Siap 1 Juli 2026, Uji Coba 80% Keberhasilan Dari Hasil

Rini S. · 2 min baca · 1 hari lalu · 8 dibaca
Bisik.id
B50 Siap 1 Juli 2026, Uji Coba 80% Keberhasilan Dari Hasil

Gambar atau konten salah?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan hasil uji coba bahan bakar solar yang dicampur 50% minyak kelapa sawit atau biodiesel 50% (B50) pada pertemuan di Gedung DPR RI, Jakarta. “Oh itu per 01 Juli 2026 akan diimplementasikan. Saya mungkin satu minggu lagi akan melakukan rapat dengan tim uji coba,” katanya pada 09 Juni 2026.

B50 merupakan bahan bakar yang terdiri dari setengahnya bahan bakar nabati (BBN) minyak sawit dan setengahnya bahan bakar fosil jenis solar. Campuran ini dirancang untuk menjaga kestabilan mesin diesel sekaligus mengurangi emisi.

Menurut data Kementerian ESDM, tingkat keberhasilan uji coba B50 telah mencapai 80–90%. Salah satu poin utama adalah kualitas B50 yang menunjukkan karakteristik lebih baik dibandingkan B40, khususnya dalam menjaga kestabilan operasional mesin diesel. “Sekarang kan kita uji coba terus semuanya 80 sampai 90 persen dari hasil uji coba alhamdulillah baik bahkan kadar airnya dibandingkan dengan B40 dan B50 itu lebih baik di B50,” kata Bahlil.

Bahlil menegaskan bahwa seluruh rincian hasil evaluasi teknis akan disampaikan kepada publik setelah analisis akhir selesai. “Namun hasil akhirnya akan kami sampaikan pada saat setelah rapat evaluasi final,” pungkasnya.

Pengujian teknis di laboratorium dimulai sejak awal tahun lalu, sementara road test di kondisi riil telah berlangsung sejak 09 Desember 2025. Uji coba dilakukan di berbagai sektor, mulai dari otomotif kendaraan bermotor, pertambangan, alat pertanian, perkapalan, genset, hingga sektor perkeretapian.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa program B50 merupakan hasil pengembangan panjang pemerintah selama lebih dari 15 tahun. Ia menegaskan bahwa Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memanfaatkan bahan bakar dengan campuran nabati setinggi ini. “Ini semua dipakai, semua sektor dipakai. Jadi, ini kita bersama-sama pantau karena memang ini adalah satu kegiatan yang tidak ada contohnya,” kata Eniya di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta pada 27 April 2026.

Eniya juga menegaskan bahwa uji-uji ini dilakukan secara terbuka dan akan diberlakukan untuk semua sektor sekaligus. “Jadi kita melihatnya bahwa uji-uji ini semua dilakukan secara terbuka, dan nanti juga berlakukan untuk semua sektor. Jadi tidak ada yang satu misalnya masih B40, yang satu lalu B50, itu tidak ada. Semua serentak B50, karena infrastruktur yang kita punya juga lebih mudah untuk kita menerapkan satu formula,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa implementasi B50 secara nasional akan tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM, yang rencananya akan diterbitkan sebelum 01 Juli 2026.

Dengan target implementasi per 01 Juli 2026, pemerintah menyiapkan semua infrastruktur untuk mengadopsi B50 secara serentak. Uji coba yang berkelanjutan dan evaluasi teknis yang transparan menjadi landasan bagi keputusan akhir, menandai langkah signifikan dalam transisi energi Indonesia.

B50bahan bakar solarminyak kelapa sawitimplementasi 01 Juli 2026ESDMuji cobainfrastruktur

Komentar

Memuat komentar...