Bahlil: Orang Kaya Jangan Pakai BBM Subsidi

Bambang W. · 2 min baca · 1 jam lalu · 33 dibaca
Bisik.id
Bahlil: Orang Kaya Jangan Pakai BBM Subsidi

Gambar atau konten salah?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melontarkan peringatan tegas. Orang-orang dengan penghasilan besar, katanya, jangan sampai memakai Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite. BBM subsidi, menurut Bahlil, hanya untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Tidak pantas rasanya jika mereka yang berada di kelas ekonomi atas ikut menikmati harga murah yang seharusnya untuk rakyat kecil.

Bahlil kemudian mencontohkan dua nama. Anggota DPR RI Dave Laksono dan Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Anindya Bakrie. Keduanya, menurut Bahlil, sudah seharusnya membeli BBM nonsubsidi. "Nah tapi untuk BBM yang orang kaya, ya harus pakai harga pasar kayak Dave Laksono. Nggak mungkin Pak Dave pakai BBM subsidi. Dari dulu. Pak Dave kan udah kakak dari dulu," ujar Bahlil dalam acara Rakernas III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) di Djakarta Theater, Jakarta, pada Senin, 12 Oktober 2026.

Ia melanjutkan dengan nada serupa. "Kayak Pak Anin, nggak mungkin kan kantong bagus. Masa kantong bagus mau pakai barang subsidi? Sorry ye," sambung Bahlil. Pernyataan ini jelas mengundang perhatian. Bahlil secara terang-terangan menyebut bahwa orang dengan kondisi ekonomi mapan tidak sepantasnya menggunakan barang yang disubsidi negara.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga menegaskan komitmen pemerintah. BBM subsidi akan dipertahankan harganya hingga akhir tahun. Tidak ada rencana kenaikan. "BBM subsidi sampai dengan 31 Desember, bagaimana caranya kita jagain untuk tidak naik dan saya janji BBM untuk subsidi tidak akan naik sampai dengan Desember. Ini bukan pekerjaan gampang, ini pekerjaan wah berat itu. Tapi untuk rakyat, kita harus melakukan yang terbaik," jelasnya.

Pernyataan Bahlil ini menyoroti dua hal sekaligus. Pertama, upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat kecil melalui harga BBM yang stabil. Kedua, ajakan moral agar kelompok mampu tidak mengambil jatah subsidi yang seharusnya untuk mereka yang kurang beruntung. Intinya, subsidi bukan untuk semua orang, melainkan untuk yang benar-benar membutuhkan.

BBM subsidiorang kayaBahlilPertaliteDave LaksonoAnindya Bakrieharga pasar

Komentar

Memuat komentar...