Bahlil Pasang Target PNBP Rp 165 Triliun

Ani R. · 2 min baca · 38 menit lalu · 16 dibaca
Bisik.id
Bahlil Pasang Target PNBP Rp 165 Triliun

Gambar atau konten salah?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memasang target baru untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektornya. Angkanya cukup tinggi: Rp 165 triliun. Padahal target awal dalam APBN 2026 hanya Rp 136,18 triliun. Selisihnya Rp 29 triliun lebih.

Kenapa target dinaikkan? Karena realisasi penerimaan sudah nyaris menyentuh target tahun ini. Hingga September 2026, PNBP yang terkumpul mencapai Rp 127,71 triliun. Itu artinya 93,78 persen dari target tahunan sudah terpenuhi. "Saya menargetkan PNBP kita, dari target Rp 137 triliun, harus bisa mencapai Rp 165 triliun," tegas Bahlil dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Ia juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi.

Yang menarik, capaian ini tetap terjaga meskipun pemerintah sengaja menahan produksi batu bara pada 2026. Produksinya lebih rendah dibanding tahun lalu yang sempat melampaui 800 juta ton. Pemerintah kini tidak lagi mengejar volume produksi semata. Fokusnya bergeser ke peningkatan nilai tambah. Hingga September 2026, PNBP dari sumber daya alam batu bara sendiri sudah mencapai 92,02 persen dari target APBN.

Ada kabar baik dari sektor minyak. Lifting minyak pada 2025 berhasil melampaui target untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir. Angkanya sekitar 605,9 ribu barel per hari. Prestasi yang cukup langka.

Dari sisi hilir, progres juga terlihat. Lima dari 14 smelter terintegrasi sudah rampung dibangun. Total investasinya US$ 7,8 miliar. Tahap selanjutnya adalah pengembangan prekursor, katoda, hingga baterai. Semua ini demi menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Bahlil punya ambisi besar: menjadikan nikel domestik sebagai jantung industri hijau dunia. Tapi ada syaratnya. Pertambangan harus patuh pada kewajiban dalam negeri, reklamasi, dan keselamatan kerja.

Secara keseluruhan, investasi sektor ESDM pada 2025 mencapai US$ 31,97 miliar. Untuk mencapai target baru PNBP, Bahlil meminta semua pihak bekerja jujur, berani memutuskan, dan menuntaskan setiap target. "Jangan hanya bikin konsep, konsep, konsep terus, tidak pernah mengeksekusi konsep," pungkasnya.

Target PNBP yang dinaikkan ini menunjukkan optimisme pemerintah terhadap kinerja sektor energi. Meski produksi batu bara ditahan, penerimaan tetap tumbuh. Artinya, strategi hilirisasi dan peningkatan nilai tambah mulai menunjukkan hasil. Tapi tentu saja, eksekusi di lapangan akan menentukan apakah target Rp 165 triliun benar-benar tercapai.

target PNBPESDMBahlil Lahadaliahilirisasibatu baranikelnilai tambah

Komentar

Memuat komentar...