RI Kurangi Pasokan Gas ke Singapura Mulai Besok

Fandi R. · 2 min baca · 1 jam lalu · 18 dibaca
Bisik.id
RI Kurangi Pasokan Gas ke Singapura Mulai Besok

Gambar atau konten salah?

Indonesia mulai mengurangi pasokan gas yang selama ini dikirim ke Singapura. Kebijakan ini berlaku mulai Sabtu, 24 Oktober 2026. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa pengurangan ini berasal dari dua lokasi utama, yaitu Natuna dan Sumatera.

"Mulai besok (Sabtu 24/10), kita kurangi ekspor gas ke Singapura. Dari Natuna 15 BBTUD, dari Sumatera 16 BBTUD," kata Djoko pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Djoko menegaskan bahwa pemangkasan ini hanya berlaku untuk Singapura. Alasannya, pipa gas dari Natuna dan Sumatera hanya terhubung ke negara tersebut. "Nggak ada (negara lain). Pipanya kan ke Singapura aja," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sudah membuka kemungkinan untuk menghentikan ekspor gas ke negara tetangga. Langkah ini mengikuti pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang mode bertahan, atau yang disebut survival mode.

Bahlil menekankan bahwa setiap kementerian harus bisa menerjemahkan arahan presiden ke dalam program kerja masing-masing. Hal ini dianggap penting untuk mendukung upaya bertahan negara.

"Ya memang harus kita survival. Kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai presiden, pasti apa yang disampaikan Bapak Presiden, semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks implementasi program untuk menuju pada survival," ujar Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Bahlil juga membuka opsi untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga. Keputusan ini terkait dengan kebutuhan energi dalam negeri yang harus diprioritaskan.

"Jadi kalau negara-negara lain mau pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga. Karena kan harus survival kan, harus memenuhi dulu kebutuhan dalam negeri ya," tegas Bahlil, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Energi.

Kebijakan ini menunjukkan pergeseran prioritas energi Indonesia. Dari sebelumnya mengandalkan ekspor, kini fokus beralih ke pemenuhan kebutuhan domestik. Langkah ini diambil di tengah situasi yang digambarkan sebagai mode bertahan oleh pemerintah.

penguranganpasokan gasSingapuraekspor gaskebutuhan dalam negerimode bertahanNatunaSumatera

Komentar

Memuat komentar...