Bahlil: Pemerintah Jangan Pilih Sumber Minyak, BBM Ada

Dani L. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 42 dibaca
Bisik.id
Bahlil: Pemerintah Jangan Pilih Sumber Minyak, BBM Ada

Gambar atau konten salah?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengingatkan bahwa pemerintah tidak akan memilih‑pilih sumber impor minyak ketika pasokan global semakin terbatas. Ia menegaskan bahwa prioritas utama adalah menjaga ketersediaan BBM di dalam negeri.

Situasi ini dipicu oleh penutupan Selat Hormuz oleh Iran setelah negara itu diserang oleh Israel dan Amerika Serikat. Penutupan tersebut menandai titik balik bagi pasokan minyak dunia, sehingga pemerintah Indonesia harus menyiapkan strategi yang lebih fleksibel.

"Tapi sekarang adalah kita dalam kondisi seperti ini selalu membuka opsi dari negara mana saja. Karena hari ini kan kita harus, negara, pemerintah harus menjamin ketersediaan BBM," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin 06 April 2026.

Ia tidak menolak opsi pembelian minyak dari Rusia, namun tidak mengiyakan secara eksplisit. Bahlil menyatakan akan mengumumkan keputusan publik ketika sudah ada keputusan akhir.

Bahlil menambahkan bahwa pasar energi global membuat mekanisme perdagangan tidak lagi berjalan normal. Negara‑negara kini saling berebut pasokan minyak, sehingga pemerintah harus bersikap fleksibel dalam menentukan sumber impor.

"Jadi, kita jangan milih‑milih sekarang. Kita dari negara mana aja yang penting ada. Itu pun kita masih harus berebut dengan negara lain," tambahnya.

Ia juga menjelaskan praktik di lapangan: kargo minyak yang sudah ditender dapat berpindah ke pihak lain jika ada pembeli yang bersedia membayar lebih tinggi. Kondisi ini mempertegas persaingan yang semakin ketat.

"Bayangkan sekarang ini, orang udah melakukan tender aja, barangnya udah ada, tapi ketika ada orang lain yang membeli dengan harga lebih tinggi, orang itu atau trader itu atau perusahaan yang menjual itu bisa berpotensi menjual ke orang yang menawar lebih tinggi. Jadi, kita sekarang membuat beberapa alternatif, yang penting bagi kita adalah, bagi pemerintah adalah, menjamin agar BBM di Indonesia tetap ada," jelas Bahlil.

Dengan situasi pasokan yang tidak menentu, pemerintah Indonesia menekankan pentingnya diversifikasi sumber impor dan kesiapan untuk menyesuaikan strategi guna memastikan pasokan BBM tetap stabil bagi masyarakat.

Kementerian ESDMSelat HormuzIndonesiaBBMfleksibilitas imporBahlil Lahadaliapasokan minyak global

Komentar

Memuat komentar...