Baim Wong Tunda Syuting di Tebing Apparalang, Wisatawan Tewas
Gambar atau konten salah?
Baim Wong, seorang aktor sekaligus produser film, memutuskan untuk menunda sementara syuting di tebing Apparalang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Keputusan ini diambil setelah tragedi menimpa seorang wisatawan di lokasi tersebut.
Lokasi tebing Apparalang dikenal dengan ombaknya yang ganas. Pada 06 Juni 2026, Baim Wong datang meninjau tempat sebelum syuting dimulai. Ia melakukan survei sekaligus mengambil beberapa adegan di hari itu, sehari sebelum kejadian yang mengakibatkan tewasnya Elmi Febrianti, seorang gadis berusia 19 tahun, karena tenggelam.
“Seharusnya direncanakan hari itu ada stunt yang mau melakukan terjun dari tebing Apparalang yang tingginya setau saya 20 meter, tapi karena keadaan, mereka ga berani,” kata Baim Wong.
Ia menegaskan bahwa keselamatan pemain menjadi prioritas utama. “Kita mengutamakan keselamatan walaupun sudah datang ke Bulukumba,” tambahnya.
Baim Wong menjelaskan kondisi ombak yang kencang ketika ia memeriksa tempat syuting dari tebing. Ia bahkan turun ke dasar tebing, tempat wisatawan sering berfoto, dan duduk di papan yang menghadap laut. Ia berbincang dengan warga setempat tentang waktu pasang surut laut di kawasan Apparalang.
“Ada kendalanya ini, timingnya kapan kalau ombak itu tidak besar, jadi riskan. Jadi dia (ombak) narik ke sana, nanti ke sini lagi ke karang,” ujarnya. “Lagi dipikirin nih gimana, ganti skenario kah adegannya atau gimana,” ia tambah.
Tragedi terjadi pada 07 Juni 2026 sekitar pukul 14.30 Wita. Elmi Febrianti bersama temannya sedang berkunjung ke spot foto di tebing Apparalang, Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari. Tiba-tiba ombak menghantam korban, membuatnya terjatuh ke laut.
Menurut Kepala BPBD Bulukumba, Hasbullah, “Penyebab terkena hempasan ombak di pinggiran tebing tempat spot foto Apparalang dan membuat korban terjatuh.”
Korban sempat terombang-ambing di lautan tanpa pertolongan sebelum dinyatakan hilang. Video kejadian tersebut menjadi viral di media sosial. Tim SAR gabungan menemukan jenazah korban pada pukul 23.58 Wita pada hari yang sama, dan jenazah tersebut langsung dievakuasi.
“Korban telah ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Hasbullah.
Keputusan Baim Wong untuk menunda syuting menyoroti pentingnya memperhatikan kondisi alam dan keselamatan. Kejadian ini juga mengingatkan para pelaku industri film dan wisata tentang risiko yang melekat di lokasi-lokasi berbahaya. Dengan menunda produksi, Baim Wong berharap dapat menilai kembali risiko dan menyesuaikan skenario agar tidak menimbulkan bahaya bagi pemain maupun pengunjung. Situasi ini menjadi contoh konkret bagaimana keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama di daerah dengan kondisi laut yang tidak bersahabat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Buaya 2m di Kendari, Evakuasi ke Mako
Menteri Sosial Tegaskan Tanpa Korupsi di Sekolah Rakyat
Gubernur Sulawesi Tengah Raih CSR Rp 355 Miliar untuk Jalan
Gempa M5,4 Guncang Tahuna, Sangihe - BMKG Catat Seismik
Panduan Rosari Kamis 11 Juni 2026: Peristiwa Terang
Hari Ini: Umat Katolik Renungkan Kasih Tuhan, Panggilan Saksi
Berita Terbaru
Kopi Manis Jakarta: Gula dan Lemak Memperburuk Hati
Bengkulu Transparansi SPMB 2026/27, Atasi Lupa Password
Orang Tua Malang Kemasih Besok Penerimaan SD Hari Ini
Kusuka Kembali di Jakarta Fair 2026, Hadir Tas Edisi Spesial
Wuling Huajing S: SUV hybrid premium di Kuala Lumpur
Reporter Viral, Menyinggung Son Heung‑min Wajib Mil di Meksiko
Goodyear Minta Perpanjang SNI Hingga 1 Jan 2027 di Jerman